Unduh Aplikasi

Polisi Gagalkan Peredaran 1,5 Ton Bawang Ilegal

Polisi Gagalkan Peredaran 1,5 Ton Bawang Ilegal
Bawang Merah ilegal sebanyak 1,53 ton ditahan di kantor Polres Lhokseumawe. Foto: Safrizal
LHOKSEUMAWE - Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Lhokseumawe menggagalkan penyelundupan bawang ilegal seberat 1,53 ton dari sebuah bus yang melintasi di depan markas kepolisian. Bawang itu berasal dari Aceh Tamiang dan rencananya dibawa ke Pidie Jaya.

“Ini kami ketahui berdasarkan laporan masyarakat,” kata Kepala Polres Lhokseumawe Ajun Komisaris Besar Polisi Anang Triarsono seperti dikutip Kepala Satuan Reserse dan Kriminal AKP Yasir, Senin (21/3).

Yasir menduga bawang ilegal tersebut diimpor dari Malaysia yang masuk melalui perairan Aceh Tamiang tanpa dokumen resmi. Dari Tamiang, bawang-bawang ini menyebar ke seluruh Aceh.

“Setelah adanya informasi, malam itu, Bus Kurnia BL 7456 PB tujuan Banda Aceh yang dikemudikan oleh Marzuki langsung kita berhentikan. Setelah kita geledah, di bagasi ditemukan 153 karung bawang merah tanpa dokumen lengkap,” kata Yasir.

Yasir juga menyebutkan, pihaknya terus melacak keberadaaan pengirim (Aceh Tamiang) beserta penerima barang tersebut di Pidie Jaya. Menurut Yasir, pengirim dan penerima bawang balum dapat dipastikan. Keduanya tak bisa dihubungi. Sementara sopir tetap ditahan untuk dimintai keterangan.

“Saat ini kita berkoordinasi dengan tim pelelangan guna melelang barang tersebut supaya digunakan sebagaimana mestinya,” kata Yasir.  Beberapa waktu lalu, bawang merah ilegal juga diamankan di Polres Pidie. Polisi menangkap empat tersangka, tiga warga Aceh Timur dan satu warga Langsa.

Baca: Polisi Gagalkan Penyelundupan 12,5 Ton Bawang Merah

Komentar

Loading...