Unduh Aplikasi

Polisi Diminta Serius Usut Kasus Perkebunan Ilegal di Aceh Tamiang

Polisi Diminta Serius Usut Kasus Perkebunan Ilegal di Aceh Tamiang
Rumoh Transparansi melakukan koordinasi atas perambahan hutan produksi di Aceh Tamiang. Foto; for AJNN  

BANDA ACEH - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh diminta serius mengusut dugaan perambahan hutan tanpa ijin dalam hutan produksi di Alur Kering, Desa Kaloy, Aceh Tamiang.

Hal tersebut disampaikan Direktur Rumoh Transparansi Aceh, Crisna Akbar usai melakukan pertemuan dengan pihak Ditreskrimsus Polda Aceh, Jumat (17/1).

Ia menyebutkan sebelumnya pihak Rumoh Transparansi telah melaporkan keberadaan kebun sawit milik salah satu perusahaan di wilayah hutan produksi ke Polres Aceh Tamiang pada 14 September 2018. Namun, belum ada tindak lanjut atas pelaporan itu.

"Temuan adanya kebun sawit tanpa ijin di lokasi hutan produksi sudah dilakukan penyelidikan pada 19-20 September 2018. Tapi belum ada perkembangan atas pelaporan itu oleh kepolisian," kata Crisna.

Atas keterlambatan penangganan kasus tersebut, lanjut Crisna, pihaknya melakukan koordinasi dengan Polda Aceh agar laporan itu segera ditindaklanjuti secara serius.

"Kedatangan kami ke Polda tadi awalnya ingin meningkatkan laporan yang telah kami buat di Mapolres Aceh Tamiang. Pelaporan itu tidak dapat diterusin karena double laporan," ujarnya.

Untuk menindaklanjuti dugaan perambahan hutan oleh perusahaan sawit tersebut, kata Crisna, pihak Polda Aceh menyarankan agar menyurati Polres Aceh Tamiang terkait perkembangan laporan informasi yang pernah dibuat dengan tembusan ke Polda Aceh.

"Kita akan segera menyurati Polres Aceh Tamiang dan Polda Aceh dalam waktu dekat untuk meminta perkembangan informasi dari kasus tersebut. Kami menilai belum ada keseriusan dalam mengambil tindakan terkait perambahan hutan produksi di kabupaten setempat," ungkapnya
 
 

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...