Unduh Aplikasi

Polisi Diminta Perjelas Kasus OTT Meuligo Hotel

Polisi Diminta Perjelas Kasus OTT Meuligo Hotel
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT- Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menuntut (GERAM) berunjuk rasa di Simpang Pelor atau tepat depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Kamis (12/3).

Dalam aksi itu massa meminta agar kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Meuligo Hotel segera diperjelas.

Baca: BREAKING NEWS: Polres Aceh Barat OTT di Hotel Meuligoe

Koordinator Aksi, Sofyan Suri dalam orasinya meminta kepada Kapolres Aceh Barat untuk menjelaskan tindak lanjut kasus OTT yang hampir setahun ditangani Polres.

Di hadapan Kepala Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Andrianto Argamuda, yang juga ikut menjumpai massa bersama tiga pimpinan DPRK Aceh Barat yakni Syamsi Barmi selaku ketua, Ramli SE wakil ketua satu dan Kamaruddin wakil ketua dua, Sofyan Suri meminta agar polisi segera menetapkan tersangka atas kasus tersebut.

Baca: Begini Perkembangan Kasus OTT di Hotel Meuligoe

"Pak Kapolres kami minta bapak segera mengeluarkan rilis tersangka kasus OTT Meuligoe yang sudah lama terkatung," kata Sofyan Suri.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Andrianto Argamuda, secara terpisah kepada wartawan mengatakan penyidik Polres setempat sedang merampungkan berkas perkara kasus OTT Meuligoe.

Dikatakan Kapolres untuk penanganan perkara dugaan korupsi tersebut pihaknya tidak mau gegabah dan tetap mengikuti prosedur yang ada.

Kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk melakukan ekpos atas kasus tersebut, dan pihak kejaksaan telah memberikan jawaban terkait rencana ekpos kasus itu.

"Untuk kasus tindak pidana korupsi itukan kita memang harus ikuti prosedurnya. Jadi prosedur yang sedang berlangsung inikan sekarang kita meminta ekpos kepada kejaksaan dan sudah dijawab oleh kejasaan rencana ekposnya dalam minggu ini," kata Argamuda.

Untuk ekpos itu sendiri, kata dia, nantinya akan dilakukan antara penyidik dan kejaksaan. Dalam ekpos tersebut nantinya, kedua lembaga penegakan hukum ini nantinya akan mempelajari kasus tersebut secara bersama-sama terhadap tersangka atas kasus itu.

Disebutkan Arga, hingga saat ini kasus OTT Meuligo tersebut belum ada tersangka. Disebutkannya, setelah ekpos dilakukan nantinya, kata dia, baru dapat ditetapkan tersangka dalam kasus OTT Meuligoe yang berhubungan dengan Bimbingan Tekhnis terhadap aparatur desa tersebut.

Saat ditanyai lebih lanjut menyangkut gelar perkara kasus tersebut, Argamuda mengatakan jika gelar perkara dugaan korupsi tersebut akan dilakukan di Polisi Daerah (Polda) Aceh.

"Gelar perkaranya nanti di Polda nah itu juga salah satu prosedur. Jadi kita sudah melayangkan surat ke Polda untuk dilakukan gelar perkara atas dugaan korupsi perkara ini. Setelah gelar perkara di Polda baru kita ajak kejaksaan untuk melakukan ekpos, setelah ekpos baru ita tentukan penyidikannya," ungkapnya.

Kapolres mengaku audit  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPK)  Provinsi Aceh juga telah keluar.

Sebagaimana diketahui Rabu, 16 Juni 2019 lalu unit Tindak Pidana Korupsi, Satuan Reserse Kriminal, Polres Aceh Barat melakukan OTT di Meuligo Hotel. Dalam OTT tersebut, polisi mengamankan salah seorang staff LSM SIAP. Bukan hanya itu, disebut-sebut dua oknum Polres yang betugas disalah satu Polres di Aceh juga ikut diamankan.

OTT tersebut disebut-sebut lantaran adanya penggunaan dana desa untuk kegiatan Bimbingan Tekhnik bagi aparatur desa yang berlangsung di Batam, namun tidak tercatat dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2019.

 


 

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...