Unduh Aplikasi

Polisi Didesak Usut Tuntas Kasus Pembakaran Rumah di Blang Lancang

Polisi Didesak Usut Tuntas Kasus Pembakaran Rumah di Blang Lancang
Kondisi Pasca kebakaran di Blang Lancang, Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Afiliasi Keluarga Besar Blang Lancang-Rancong (AKBAR), M Jubir meminta Polres Lhokseumawe mengusut tuntas kasus perusakan mobil ambulance dan pembakaran rumah milik warga Blang Lancang dan Rancong.

“Kita juga menyikapi pernyataan Forum Keuchik Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, yang menyebutkan warga eks Blang Lancang telah menerima ganti rugi,” katanya.

Baca: Bentrok Antar Warga, 10 Rumah di Blang Lancang Terbakar

Menurut M Jubir, pihaknya membantah penyebutan tanah milik warga Blang Lancang telah diklarifikasi oleh Pemerintah setempat. Jika lahan tersebut telah diklarifikasi dimana lahan perumahan dan lahan pertanian seluas 2 Ha, Per Kepala Keluarga untuk 542 (KK) Warga Blang Lancang dan Rancong, beserta Perumahan dan fasus /fasos.

“Selagi pemerintah dan PT Pertamina belum menyelesaikan resettlement warga Blang Lancang dan Rancong maka masyarakat berkewajiban menguasai lahan Eks PT Arun,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan menyebutkan pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus bentrokan antar massa di Perumahan Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

“Sudah kita terima laporan, dalam hal ini tiga orang yang dilaporkan. Sementara motifnya yaitu konflik sosial antara dua kubu,” kata Kapolres kepada AJNN, Selasa (24/12).

Dikatakan Kapolres, dalam hal ini pihaknya akan menindak lanjuti laporan itu, namun ada beberapa aspek yang sifatnya sosial harus ditangani secara bijaksana menanganinya. Tidak serta merta penegakan hukum saja masalah bisa selesai.

Komentar

Loading...