Unduh Aplikasi

Polisi Didesak Usut Tuntas Kasus Kematian Pasien di Langsa

Polisi Didesak Usut Tuntas Kasus Kematian Pasien di Langsa
ilustrasi. Foto: Net

LANGSA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sudirman angkat bicara atas meninggalnya seorang pasien setelah satu hari menjalani "kuret" setelah keguguran di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Langsa.

Sudirman yang akrab disapa Haji Uma mengaku sangat meyayangkan kejadian tersebut. Ia mendesak pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus yang diduga terjadi akibat kelalaian sang dokter saat menangani pasien sehingga alat kuret tertinggal di rahim pasien.

"Saya meminta kepada pihak kepolisian, khususnya kepada polisi di Polres Langsa yang sedang menangani kasusnya agar bekerja secara profesional mengusut tuntas kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku," kata Haji Uma kepada AJNN, Jum'at (27/3).

Haji Uma juga meminta kepada organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak tinggal diam, namun juga turun tangan meninjau kasus tersebut, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi dokter-dokter lain.

"Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis hilang, gara-gara kasus tersebut," imbuh Haji Uma.

Apalagi, kata Haji Uma, hasil otopsi yang dilakukan pihak kepolisian menyebutkan ada ditemukan potongan laminaria (alat pembuka rahim-red) di dalam tubuh korban. Itu sudah menjadi barang bukti.

Baca: Hasil Otopsi, Polisi: Ada Alat Kuret Tertinghal di Rahim Korban

Dampak dari kejadian tersebut, kata Haji Uma, bisa memberikan rasa kekhawatiran dan ketakutan bagi masyarakat, khususnya bagi calon pasien lain.

"Harus ada evaluasi segera dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), karena kejadian itu memang sangat fatal," sebut Haji Uma.

Menurut Haji Uma, kasus tersebut murni terjadi karena kelalaian sang dokter. "Itu fakta karena kelalaian, seharusnya tidak boleh terjadi," ujarnya.

Apalagi, kata Haji Uma, kasus tersebut tidak menyangkut dengan analisis atau diagnosa, jadi ril faktor kelalaian.

Haji Uma meminta kepada seluruh tenaga medis agar sangat berhati-hati dengan nyawa manusia, sehingga bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada para tenaga medis.

"Dalam kasus ini kita tidak menyalahkan semua tenaga medis, tapi ini khusus kepada oknum tersebut," ungkap Haji Uma sembari menambahkan selebihnya biar hukum yang berbicara.

Komentar

Loading...