Unduh Aplikasi

Polisi Bakal Periksa Kepala BPBD Pijay Terkait Penggelapan Beras Bantuan

Polisi Bakal Periksa Kepala BPBD Pijay Terkait Penggelapan Beras Bantuan

PIDIE JAYA – Kasus penggelapan 4,5 ton beras bantuan bencana alam, yang diduga akan dijual ke salah satu kilang padi di Samalanga, Kabupaten Bireun, sudah masuk ke tahap pemeriksaan pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya.

Baca: Polisi Gagalkan Penggelapan Beras Bantuan Bencana di Pijay

Kapolres Pidie AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kapolsek Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aditia Kusuma kepada AJNN Rabu (24/1) mengatakan, kasus penggelapan beras bantuan bencana itu sudah masuk ketahap pemeriksaan pegawai BPBD Kabupaten Pidie Jaya.

"Kemarin pemeriksaan staf BPBD. Besok akan dilakukan pemeriksaan terhadap Kepala BPBD Pidie Jaya," kata AKP Aditia.

Baca: GeRAK: Usut Tuntas Kasus Penggelapan Beras Bantuan di Pijay

Kapolsek Meureudu itu menjelaskan, untuk saat ini belum ada penetapan tersangka dalam kasus pengelapan beras bantuan bencana tersebut. Namun setelah pemeriksaan beberapa saksi dan staf BPBD, tersangkanya mengarah ke oknum pegawai BPBD Pidie Jaya.

Baca: DPRK Pijay: Pecat Oknum PNS Yang Terlibat Gelapkan Beras Bantuan

"Tersangkanya sudah mulai terarah, cuma kita yang namanya penyidikan itu ada tahapanya. Dan itu harus kita komunikasikan juga dengan jaksa penuntut umum," sebutnya.

Dikatakannya, pelaku yang terlibat kasus penggelapan 4,5 ton beras bantuan tersebut, akan dijerat dengan pasa 78 juntco pasal 65 UU No 24 tahun 2007, tentang penanggulangan bencana.

Baca: Kepala BPBD Pijay: Beras Dikeluarkan Tanpa Sepengetahuan Saya

"Berapa jumlah tersangkanya belum bisa dipastikan. Tetapi yang pasti, tersangkanya mengarah ke oknum pegawai BPBD Pidie Jaya," jelas AKP Aditia.

Untuk tahap penetapan tersangka dalam kasus upaya penggelapan beras bantuan tersebut, lanjutnya, Kepolisi Sektor Mereudu terlebih dulu akan melakukan gelar perkara.

"Harus dilakukan gelar perkara telebih dulu untuk penetapan tersangka. Yang pasti perbuatan pidana ada, dan tersangkanya mengarah pada oknum pegawai BPBD," tegas Kapolsek Meureudu.

Komentar

Loading...