Unduh Aplikasi

Polisi Amankan 22 Ton Kayu Balok Tanpa Dokumen di Aceh Utara

Polisi Amankan 22 Ton Kayu Balok Tanpa Dokumen di Aceh Utara
Polisi meninjau kayu tanpa dokumen di Gampong Nga, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Sabtu (16/2). Foto: AJNN.Net/Sarina

ACEH UTARA - Kepolisian Sektor (Polsek) Meurah Mulia mengamankan lebih kurang sebanyak 22 ton kayu balok tanpa dokumen di daerah Gampong Nga, Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (16/2).

Pantauan AJNN, di lokasi Kapolsek Meurah Mulia Iptu Bostani mengerahkan sejumlah personel dan disaksikan oleh perangkat gampong sepert Tuha Peut, dan Sekretaris Desa serta sejumlah masyarakat lainnya mengangkut puluhan ton barang bukti kayu tanpa dokumen itu lalu di amankan ke Mapolsek Meurah Mulia.

“Ini perkembangan dari kasus yang kami tangani sebelumnya, yaitu kasus ilegal logging. Dan sebelumnya kami juga mengamankan satu pelaku berinisial KH (59), yang berperan sebagai pengangkut, namun tidak mampu menyerahkan dokumen resmi atau surat izinnya,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Meurah Mulia Iptu Bostani kepada AJNN di lokasi penangkapan.

Sambung Kapolsek, pihaknya juga sudah mendatangkan ahli untuk memastikan berapa jumlah sebenarnya kayu yang diamankan tersebut, dan jenis-jenis apa saja. Karena estimasi sementara kayu yang diamankan tersebut lebih kurang 22 ton.

“Untuk kayu yang kami amankan diantaranya ada jenis kelompok Miranti, Merbo, Jabon Hutan dan sejumlah kayu lainnya,” ungkap Kapolsek.

Untuk kepemilikan, sejauh ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan, diduga kayu-kayu tanpa dokumen resmi itu merupakan pesanan dari Kecamatan Tanah Pasir.

“Dalam hal ini barang bukti ini kami amankan dulu ke Mapolsek, jika pemilik mampu menyerahkan surat dan dokumen izin, maka kami akan lakukan proses selanjutnya, begitu juga sebaliknya,” ungkap Kapolsek.

Sementara itu, Sekretaris Gampong Nga, Baharudin mengaku tidak mengetahui siapa pemilik kayu tersebut. Menurutnya, kayu itu berada di areal tersebut berkisar kurang lebih tiga hari yang lalu.

“Saya tidak tahu akan keberadaan kayu ini, karena diperkirakan kayu itu baru ada tiga hari di areal ini,” jelasnya

Komentar

Loading...