Unduh Aplikasi

Polemik Tapal Batas Panga - Teunom, LSM Kita Peduli Minta Masyarakat Diedukasi

Polemik Tapal Batas Panga - Teunom, LSM Kita Peduli Minta Masyarakat Diedukasi
Ketua LSM Kita Peduli, Abdorani. Foto: For AJNN

ACEH JAYA - Polemik tapal batas kecamatan tepatnya di area wisata Laot Bhee, perbatasan antara Desa Gunong Buloh, Kecamatan Panga dengan Desa Neubok Padang dan Desa Kubu, Kecamatan Teunom hingga kini belum tuntas.

Pasalnya, upaya mediasi yang dilakukan oleh beberapa pihak termasuk Pemkab Aceh Jaya belum membuahkan hasil.

Ketua LSM Kita Peduli, Abdorani mengatakan inisiatif pihak Kecamatan Panga dalam membentuk Komite Independen Tapal Batas untuk meminimalisir terjadinya konflik tapal batas merupakan langkah yang tepat.

"Walaupun kita sadari bahwa tapal batas itu memang sarat kepentingan, terlebih kawasan areal hutan yang punya sumber daya alam lebih," kata Abdorani kepada AJNN, Sabtu (19/9).

Namun disisi lain, semua pihak juga harus menghormati produk hukum yang sudah dituangkan dalam qanun Aceh Jaya tahun 2014 tentang RTRW.

"Sebelum adanya aturan atau qanun baru (revisi) kita wajib mengakui dan mentaati qanun Aceh Jaya tentang RTRW yang masih berlaku dan sah secara hukum," terang Abdo.

Dirinya juga meminta pihak terkait untuk mengedukasi masyarakat dan meminimalisir konflik yang rentan terjadi terkait polemik tapal batas baik itu tapal batas antar gampong maupun antar kecamatan.

"Seharusnya masyarakat diedukasi, bukan di provokasi, terlebih bagi yang memiliki jabatan publik dan orang orang yang dekat dengan pemerintah," Pinta Abdorani.

Kalau perlu kedua belah pihak harus membentuk Komite Independen Tapal Batas supaya ada perwakilan yang membahas dan mengawal tapal batas baik itu di meja musyawarah maupun di meja pengadilan nantinya jika diteruskan.

"Harus objektif, kedua belah pihak harus berbicara sesuai dengan aturan dan data yang ada jika mau konflik tapal batas segera diselesaikan," pinta Abdo.

Abdo mendukung dan mengapresiasi langkah kedua belah pihak untuk komit mengawal tapal batas hingga selesai dengan tetap mengedepankan musyawarah untuk mufakat dan meminimalisir terjadinya konflik berkepanjangan.

Komentar

Loading...