Unduh Aplikasi

Polda Panggil Azhari Cagee atas Laporan Forkab

Polda Panggil Azhari Cagee atas Laporan Forkab
Anggota DPRA Azhari Cagee. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh memanggil mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Azhari Cagee terkait kasus dugaan tindak pidana percobaan penodaan, penghinaan dan atau merendahkan kehormatan bendera Negara.

Berdasarkan surat panggilan yang diperoleh AJNN, Azahari dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi atas kasus yang dilaporkan Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh pada Senin 19 Agustus lalu.

Baca: Forkab Laporkan Azhari Cagee ke Polda Aceh

Melalui surat panggilan nomor SP.GII/702/X/RES.1.24./2019/Subdit-I Resum itu, Azahari Cagee diminta menemui Ipda Adlin selaku penyidik di ruang Subdit I/Kamneg pada Kantor Ditreskrimum Polda Aceh pada hari Jumat 4 Oktober 2019.

Surat Panggilan Azhari Cagee

Diberitakan sebelumnya, Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh resmi melaporkan anggota DPRA, Azhari Cagee ke Polda Aceh, Senin (19/8).

Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Forkab Aceh, Polem Muda Ahmad Yani mengatakan tindak pidana yang dilaporkan itu yakni Pasal 56 UU 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, lambang negara serta lagu kebanggsaan. Krn di duga mengupayakan mngibarkan bendera bintang bulan dan upaya menurunkan bendera merah Putih di gedung DPRA.

Dalam laporan polisi itu, Polem menjelaskan unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa diduga dikoordinir Azhari Cage. Pasalnya unjuk rasa itu tidak mempunyai izin dari pihak berwenang.

Baca: Kasus Azhari Cage dan Forkab Aceh Ditingkatkan ke Penyidikan

"Dengan kejadian itu kami merasa keberatan dan menuntut para pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami menduga Azhari Cagee terlibat dalam aksi itu, dan ini seperti sengaja disetting sehingga berakhir dengan kericuhan," ujar Polem.

Menurut Polem, Azhari Cagee telah memprovokasi mahasiswa sebagai kaum intelektual Aceh yang merupakan harapan generasi penerus bangsa adalah tindakan perusak perdamaian Aceh, yang sudah berjalan 14 tahun.

"Azhari Cagee diduga mentransfer spirit perlawanan mahasiswa terhadap pemerintahan yang sah, mengingat Qanun Bendera Bulan Bintang telah dibatalkan dan sudah diajukan bendera Aceh dalam versi lain," ungkapnya.

Komentar

Loading...