Unduh Aplikasi

Polda dan Kejati Diminta Usut Kasus Dugaan Penggelapan Sapi di Dinas Pertanian Agara

Polda dan Kejati Diminta Usut Kasus Dugaan Penggelapan Sapi di Dinas Pertanian Agara
Sapi-sapi milik Dinas Pertanian Agara yang dibeli dengan sumber anggaran Otsus 2019. Foto: AJNN/JAPAR

ACEH TENGGARA -  Ketua Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual  Muda (LP2IM) Kabupaten Aceh Tenggara, Sopian Desky mendesak aparat penegak hukum, Polda dan Kejati Aceh mengusut kasus dugaan penggelapan sapi di Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara.

Dia menyebutkan, keberadaan 200 ekor sapi milik Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara hingga kini masih misterius.

Baca: Keberadaan 200 Ekor Sapi Dinas Pertanian Agara Masih Misterius

Padahal sapi-sapi tersebut dibeli dengan dana Otsus tahun 2019 yang mencapai Rp 2 miliar lebih dan menjadi salah satu Aset Kabupaten Agara. 

Pengadaan sapi itu dulunya dimenangkan oleh CV Mina Ria Mandiri dan Sapi-sapi itu dikelola oleh lima UPTD Dinas Pertanian Agara, dengan tujuan untuk pengembangan dan nantinya dibagikan kepada Masyarakat.

Namun saat ini sapi-sapi itu tersebut tidak ada lagi di UPTD, melainkan diduga dipelihara oleh pihak ketiga.Desky menduga kuat sapi-sapi tersebut telah dihilangkan sengaja oleh oknum-oknum tertentu.

"Untuk mengungkap dan melakukan penelusuran terkait tidak jelasnya lagi keberadaan sapi-sapi tersebut saya siap membantu Pihak Polda dan Kejati Aceh untuk turun kelapangan dan memberikan data-data," katanya.

Anehnya lagi kata Sofyan, untuk tahun 2020 ini Dinas pertanian Agara kembali membuat paket pengadaan sapi dengan besar anggaran mencapai Rp 2 miliar lebih yang dikelola dan ditempatkan kembali di UPTD dengan sistem yang sama.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Agara, Hasbi mengaku hingga kini sapi tersebut hanya tersisa 68 ekor lagi dari total 200 sapi, itu berdasarkan laporan lisan dari Kabid Pertenakan, Safi’i. Bahkan, 68 ekor sapi sisa itu juga tidak berada di UPTD, melainkan dipelihara di lima lokasi berbeda oleh pihak ke tiga di Aceh Tenggara.

Dengan rincian, tujuh ekor di Engkran, Kecamatan Lawe Alas, tujuh ekor di Desa Jongar, 21 ekor di Desa Kumbang Indah, Kecamatan Badar, tujuh ekor di Desa Lawe Sumur, Kecamatan Lawe Sumur, serta 21 ekor di Desa Simpang Semadam, Kecamatan Simpang Semadam.

Sementara, 132 sapi lagi yang tidak tahu keberadaanya, Hasbi mengaku sudah mempertanyakan kepada kabid tersebut, dan meminta untuk membuat berita acara kalau benar sapi-sapi itu mati.

"Untuk 132 ekor sapi yang sudah tidak ada lagi, saya sudah minta kabid pertenakan membuat laporan yang jelas sesuai fakta tentang kekurangan sapi tersebut, dengan memperlihatkan berita acara dan dokumen berupa foto sapi yang telah mati," kata Hasbi.

JAPAR

Komentar

Loading...