Unduh Aplikasi

Polda Aceh Tangkap Komplotan Curanmor

Polda Aceh Tangkap Komplotan Curanmor
BANDA ACEH - Komplotan pencurian sepeda motor (Curanmor) roda dua ditangkap tim ditreskrimum Polda Aceh. Kawanan ini ditangkap secara terpisah. Pelaku tersebut yakni IG, JF, AD, LS, sementara SI, RP, SA dan AM berprofesi sebagai penadah.

Direskrimum Polda Aceh Kombes Nurfallah mengatakan ditangkapnya kawanan curanmor tersebut berawal saat adanya informasi dari warga yang kehilangan motor miliknya serta adanya beredar motor bodong yang dijual kepada masyarakat dengan harga sangat murah. "Dari informasih tersebut, tim melakukan penyamaran untuk membeli motor bodong yang dijual oleh salah satu komplotan tersebut," katanya, Jumat (29/4) di Mapolda Aceh.

Ia juga menyebutkan harga sepeda motor yang dijual oleh para pelaku berpariasi, mulai harga Rp500 hingga Rp2 juta rupiah. "Mereka menjualnya ke masyarakat dengan harga yang sangat murah, paling mahal dijual Rp 2 juta," ujarnya.

Para pelaku ini, kata dia sudah melakukan aksinya sebanyak 16 kali di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh. "Mereka melakukan pencurian dengan berbagai modus operandi, salah satunya merusak kunci sepeda motor korban dengan mengunakan kunci T," katanya.

Selain itu, dirinya juga menyebutkan, dari 16 kali melakukan aksinya petugas berhasil mengamankan tujuh unit becak motor dan lima sepeda motor berbagai jenis.

"Sejumlah kendaraan yang dicuri diambil pelaku ditempat fasilitas umum, seperti di kampus, di Rumah Sakit dan juga ada yang dirumah," ungkapnya.

Terungkapnya para komploatan ini berawal dari tertangkapnya salah satu pelaku berinisial IG dikawasan Lhok Nga Aceh Besar, dan selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan menangkap para pelaku lainnya. "Setelah kita tangkap empat pelaku, selanjutnya kita tangkap empat orang lainnya yang berprofesi sebagai penadah yang bertugas untuk menjual honda curian kepada pembeli," ujarnya.

Nurfallah juga menambahkan dari pengakuannya, para pelaku nekat melakukan aksi pencurian dikarenakan faktor ekonomi. "Rata-rata mereka pengangguran, butuh uang jadi mereka nekat untuk melakukan aksi pencurian tersebut, dan saat ini kita masih melakukan penyelidikan, apakah ada keterlibatan pihak lainnya," kata Kombes Nurfallah.

Komentar

Loading...