Unduh Aplikasi

Polda Aceh: Penetapan Tersangka Penganiayaan Tgk Janggot Berdasarkan Alat Bukti Kuat

Polda Aceh: Penetapan Tersangka Penganiayaan Tgk Janggot Berdasarkan Alat Bukti Kuat
Dirreskrimum Polda Aceh Kombes Pol Sony Sanjaya. Foto: AJNN/Tommy.

BANDA ACEH - Dirreskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sanjaya menyampaikan penetapan tersangka penganiayaan terhadap Zahidin alias Tgk Janggot yang terjadi di Pendopo Bupati Aceh Barat berdasarkan alat bukti yang kuat.

Status tersangka ditetapkan kepada Yan atau Si Om setelah penyidik melakukan gelar perkara dengan melibatkan dari pihak Propam, Inspektorat, Bidang Hukum, dan pengawas penyidik.

"Ini hasil gelar perkara yang dilakukan, menaikkan status yang tadi saksi terhadap Yan alias Om sebagai tersangka berdasarkan alat bukti kuat yang didapatkan penyidik," kata Kombes Pol Sony Sanjaya, Rabu (30/12).

Menurut Kombes Sony, video penganiayaan yang viral di media sosial tidak bisa dijadikan barang bukti dan sampai sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan keterangan dari si pemilik handphone yang digunakan untuk merekam.

"Penyidik juga ingin tahu mengapa handphone itu digunakan dan video penganiayaan itu beredar. Sampai saat ini belum kita dapatkan," ujarnya.

Kasus penganiyaan yang mengakibatkan luka terhadap korban, kata Kombes Pol Sony, penyidik tidak bisa mengambil alat bukti dari gambar video yang viral, tapi melalui hasil visum yang dikeluarkan oleh ahli yakni dokter.

Korban atas nama Tgk Janggot melaporkan Ramli Cs melakukan penganiayaan dan menyebabkan korban mengalami luka-luka.

"Terlaporkan Ramli dan teman-teman. Berdasarkan luka akibat penganiayaan dan keterangan saksi termasuk ahli, saudara OM memenuhi unsur melakukan tindak pidana penganiayaan," sebut Kombes Sony. 

Ia juga menyebutkan penyidik tidak bekerja berdasarkan opini untuk menetapkan tersangka penganiayaan Tgk Janggot. Bahkan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya. Saat ini penyidik masih memanggil saksi lainnya.

"Jika pelapor memiliki bukti kuat silahkan sampaikan ke penyidik. Jika ada, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya dalam kasus ini. Yang jelas penetapan tersangka sudah sesuai prosedur dan memiliki alat bukti kuat," ungkap Kombes Pol Sony Sanjaya.

Komentar

Loading...