Unduh Aplikasi

Polda Aceh Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Investasi Yalsa Boutique

Polda Aceh Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Investasi Yalsa Boutique
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy. Foto: AJNN/Tommy.

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh mengandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aset milik Owner Yalsa Boutique atas dugaan tindak pidana pencucian uang.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan upaya pihaknya melibatkan PPATK sangat dibutuhkan untuk mengetahui kemana saja aliran dana member yang telah diinvestasikan ke perusahaan Yalsa Boutique tersebut.

Baca: Dana Investasi Yalsa Boutique Capai Rp 164 Miliar, Polisi Lakukan Asset Tracing

"Dengan dibantu PPATK pasti tahu kemana saja dana masyarakat yang dihimpun itu digunakan, dari siapa dan apakah digunakan untuk keperluan lain," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Kamis (25/3).

Ia juga menyebutkan saat ini penyidik sedang mengejar aset yang dimiliki tersangka SA (30) dan istrinya SHA (31) untuk dilakukan penyitaan.

Menurutnya, penyitaan aset owner Yalsa Boutique dilakukan karena ada dugaan berkaitan dengan uang para member.

"Penyidik telah menyita sejumlah aset milik owner Yalsa Boutique yang patut diduga dari investasi bodong," ujarnya.

Sebelumnya penyidik Polda Aceh mencatat dana masyarakat dalam bentuk simpanan atau investasi mencapai Rp164 miliar. Sejumlah dana investasi itu dihimpun dari 202 reseller dengan 17.800 member.

"Dari hasil keterangan ahli, investasi bisnis busana muslimah Yalsa Boutique tidak memiliki ijin usaha dari Bank Indonesia dan otoritas jasa keuangan (OJK) sejak bulan Desember 2019 hingga Februari 2021," imbuhnya.

HUT Pijay

Komentar

Loading...