Unduh Aplikasi

Polda Aceh Gagalkan Penyeludupan 61 Kilogram Sabu

Polda Aceh Gagalkan Penyeludupan 61 Kilogram Sabu
Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada memperlihatkan barang bukti senpi dan sabu. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Kepolisian Daerah Aceh dan jajaran berhasil menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu seberat 61 kilogram di dua tempat terpisah.

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan barang bukti sabu itu diamankan Lhoksemawe dan Aceh Timur. Petugas juga mengamankan enam orang pelaku sebagai kurir.

"Di Lhokseumawe petugas menangkap lima orang tersangka dengan barang bukti 15 kilogram. Hasil pengembangan, petugas menemukan 46 Kilogram lagi di Aceh Timur dari seorang tersangka," kata Irjen Pol Wahyu Widada, Rabu (6/1).

Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan pengagalan barang haram itu atas informasi masyarakat adanya penyeludupan sabu oleh jaringan internasional melalui jalur laut.

Atas informasi tersebut, tim langsung melakukan penyelidikan dan menghadang satu unit minibus di depan terminal Lhoksukon Aceh Utara.

Dari situ, lanjut Kapolda, petugas mengamankan lima orang tersangka  FA alias Yahrol (29), warga Kuta Binjai, Aceh Timur. AS alias Nyaklah (27), warga Dewantara, Aceh Utara.

Kemudian, NU alias Apadin (55), warga Dewantara, Aceh Utara, EF alias Dewi (28), warga Dewantara, Aceh Utara, MH alias Leo (35), warga Idi Tunong, Aceh Timur.

"Sedangkan RU alias Maeli (41), warga Julok, Aceh Timur ditangkap di Aceh Timur. Polisi terpaksa menembak kaki kirinya karena melawan petugas," ujar Kapolda.

Selain mengamankan tersangka dan 61 kilogram sabu, kata Kapolda, petugas juga mengamankan satu pucuk senjata api laras pendek dan lima amunisi aktif, dua mobil, satu ini perahu motor, telepon satelit serta GPS.

"Sabu yang berasal dari  luar negeri ini dibawa menggunakan perahu motor menuju daratan untuk didistribusikan sebagian ke luar Aceh dan dalam Aceh," ungkap Kapolda Aceh didampingi Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Kajati Aceh, Muhammad Yusuf pada konferensi pers di Mapolda Aceh.

Komentar

Loading...