Unduh Aplikasi

Polda Aceh Diminta Tahan Pelaku Korupsi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan di Simeulue

Polda Aceh Diminta Tahan Pelaku Korupsi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan di Simeulue
Ormas Gempar melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Aceh. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Kepolisian Daerah Aceh diminta mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pemeliharaan jalan dan jembatan Dinas PUPR Simeulue tahun 2017 yang merugikan Negara senilai Rp 5,5 Miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan sejumlah masyarakat dari Gerakan Masyarakat Pengawal Amanah Rakyat (Gempar) dan perwakilan mahasiswa Simeulue saat melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Aceh, Senin (19/10).

Dalam aksinya, mereka meminta agar pihak yang terlibat dapat ditahan termasuk orang nomor satu di Simeulue, Erli Hasyim yang disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut. Bahkan, Polda Aceh juga telah menetapkan lima orang tersangka. 

"Kami meminta agar penyidik Polda Aceh dapat mengusut dan menahan tersangka yang terlibat dalam kasus yang telah merugikan negara miliaran rupiah itu" kata ketua Gempar, Zulhamzah dan penanggung jawab aksi. 

Selain itu, massa juga meminta agar Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada untuk mengusut pekerjaan fisik lainnya yang diduga sarat korupsi yakni pemeliharaan jalan dan jembatan Dinas PUPR Simeulue Tahun 2018 senilai Rp 2,8 miliar.

Serta kasus peningkatan jalan simpang Batu Ragi arah Simpang Patriot, Simeulue Barat bersumber dari DOKA Rp 12,8 milyar tahun 2019 dan Kasus Peningkatan Jalan Lingkar Desa Miteum Kecamatan Simeulue Barat bersumber dari DOKA tahun 2019 dengan jumlah pagu Rp7,3 Milyar.

"Kami menduga ada beberapa pekerjaan fisik di Simeulue rawan korupsi, kami meminta agar Polda Aceh dapat mengusutnya," ungkap para pendemo.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...