Unduh Aplikasi

Polda Aceh Amankan Pelaku Tambang Ilegal di Pidie

Polda Aceh Amankan Pelaku Tambang Ilegal di Pidie
Kondisi tambang liar di Geumpang, Pidie. Foto: Boyhaqi

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh mengamankan dua tersangka pelaku penambang ilegal yang berada di kilometer 23 Krueng Alue Ruek, Desa Bangkeh Kecamatan Geumpang, dua hari lalu, Sabtu (13/1).

Kedua pelaku tersebut berinisial HU warga Pidie Jaya dan YS warga Banda Aceh. Selain mengamankan dua tersangka, Polda Aceh juga mengamankan barang bukti dua alat berat di lokasi tambang.

Direktur Ditreskrimsus Polda Aceh, Kombes Erwin Zadma mengatakan penangkapan kedua tersangka itu berawal dari informasi adanya aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Geumpang, Tangsel, Pidie. Saat diselidiki, ditemukan dua unit alat berat yang sedang mengeruk lokasi tersebut.

"Setelah kami lakukan penyidikan ternyata tersangka HU pemilik modal, memiliki dua unit alat berat dan toko emas, bahkan pelaku yang memperkerjakan orang di lokasi tambang tersebut, sementara YS sebagai koordinator lapangan untuk menjalankan bisnis tersebut," kata Kombes Erwin, Senin (15/1).

Pelaku  penambang Ilegal yang diamankan Polda Aceh. Foto: Tommy

Dari pengakuannya, tersangka sudah menjalankan bisnisnya sejak satu tahun terakhir. Mereka melakukan kegiatan penambangan ilegal di kawasan hutan lindung.

"Akibat dari kegiatan mereka ini, kondisi sungai di lokasi tambang sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun, kami tidak temukan adanya merkuri di lokasi," ujarnya

Keuntungan yang diperoleh oleh tersangka dalam bisnis ini, menurut Kombes Erwin cukup menjanjikan, namun pihaknya belum mengkalkulasi nilai dari keuntungan bisnis tambang emas ilegal.

"Emas yang dapatkan tersangka dijual kembali di toko emasnya. Tersangka masih kami periksa. Kami belum mengetahui berapa jumlah keuntungan dari bisnis ini, tapi sejumlah barang bukti termasuk beberapa catatan transaksi, sudah kami amankan," ujarnya.

Selain menangkap dua penambang emas ilegal, Ditreskrimum Polda Aceh juga telah menangkap enam orang tersangka dan alat berat di lokasi yang sama pada akhir 2017 lalu.

"Kami juga pernah menangkap pelaku penambang Illegal pada operasi gabungan pada 2017 lalu dan awal tahun 2018 ini kami amankan dua orang yang melakukan penambangan emas ilegal," ungkapnya.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 158 Jo pasal 37 UU RI No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara serta pasal 89 ayat (1) huruf a Jo pasal 17 ayat (1) huruf b UU RI No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan Jo pasal 55 atmyat (1) ke 1 KUHpidana.

"Ancaman kurungan penjara paling lama 10 sampai 15 tahun dan denda Rp 10 milliar. Tersangka juga kami jerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU)," ungkap Kombes Erwin.

Komentar

Loading...