Unduh Aplikasi

Pokok Pikiran Alm Mustafa M Tamy Soal Pembentukan ALA

Pokok Pikiran Alm Mustafa M Tamy Soal Pembentukan ALA
Foto: Ist

ACEH TENGAH - Di tengah-tengah Isu ALA yang kembali mengemuka, AJNN memperoleh dokumen penting tentang Pokok-pokok Pikiran terkait dasar pemikiran pentingnya Provinsi ALA yang disusun serta dirumuskan oleh Mantan Bupati Aceh Tengah Alm. Mustafa Tami pada tanggal 21 Mei 2006 atau  15 Tahun Silam.

Dokumen ini diperoleh AJNN langsung dari  Ivan M Tamy salah satu  putra Mustafa Tamy.

Dokumen ini merupakan bagian jejak sejarah perjalanan usaha “memerdekakan” enam kabupaten yang terletak di wilayah tengah, pedalaman dari jalan menuju kesejahteraan.

Selain itu, dokumen ini juga sekaligus sebagi pengingat agar gerakan “Memerdekan” ALA secara Administratif dari Aceh tidak keluar dari tujuan awal/dasar pembentukannya. Lahirnya Provinsi ALA semata-mata untuk mendorongpembangunan yang berkeadilan, menghapus ketimpangan antar wilayah di Aceh,  yang pada akhirnya mewujudkan tujuan dasar pembangunan yaitu tercapianya kesejahteraan rakyat.

Dok: AJNN

 

Berikut Pokok Pikiran alm. Mustafa M Tamy:

PEMEKARAN PROVINSI ACEH LEUSER ANTARA DAN MANFAATNYA BAGI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

1. Makna Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara, atau bukan bermaksud untuk memisahkan diri dengan NAD, Tetapi memekarkan hanya Secara administratif, agar dapat membangun lebih cepat, lebih tepat dan lebih akurat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dua belah pihak, hal ini sama halnya antara Jawa Barat dengan Banten, Sulawesi dengan Gorontalo, Riau dengan Kepulauan Riau, dsb. 

2. Untuk simbul persaudaraan dan kebersamaan ini, provinsi yang telah diperjuangkan sejak kemerdekaan RI ini, telah pula melewati garis sejarah yang begitu panjang.  dengan berbagai sebutan seperti Provinsi Galatsi, Nenggeri Antara, GATS, Leuser Antara, dan akhirnya Aceh Leuser Antara, mencerminkan memang nama Aceh dalam Provinsi Aceh Lauser Antara tidak layak dihilangkan sebagai satu nama yang patut dijunjung bersama Provinsi lainnya dalam wilayah NAD.

3. Provinsi ALA secara geografis dengan keenam  Kabupaten / kota pedalaman ini terlalu jauh dengan ibukota Provinsi NAD, bahkan ada di antaranya harus  mampir ke Provinsi Sumut sebelum ke ibukota Propinsi NAD.  sehingga menyulitkan pelaksanaan tugas sehari-hari.

 4. Ketertinggalan pembangunan di Provinsi ALA ini, kini semakin terlihat secara kasat mata, data dan fakta hal ini membulatkan tekat segenap komponen masyarakat untuk terus maju memperjaangkan terbentuknya Provinsi Aceh Leuser Antara.


5. Dengan pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara ini, dalam kemanyarakatan sosial di lingkungan Provinsi NAD tidak perlu ada yang berubah, tidak ada yang khawatir, masyarakat yang kini hidup diwilayah Provinsi ALA tetaplah tinggal, bekerja, sekolah, berusaha, dalam segenap lapangan kehidupan sebagai penduduk  ALA, begitu pula sehaliknya.  Provinsi ALA senantiasa menjaga dan menjamin tali persaudaraan dengan calon Provinsi lain diwilayah NAD, hidup membangun berdampingan untuk kesejahteraan bersama.

6. Pemekaran Provinsi ALA ini, diharapkan juga semakin memperkuat  syariat Islam yang menjadi urat nadi segenap komponen masyarakat Provinsi  ALA, akan tetapi senantiasa menghormati saudara-saudara kita yang beragama lain yang telah menetap lama di Provinsi ALA.  Sesuai ajaran Rasullullah SAW, kokohnya benteng syariat Islam adalah justru dengan menghormati mereka yang beragama lain hidup berdampingan besama kita (Lakum Dinukum Waliyadin).

7. Diharapkan segenap pihak yang terkait dan seluruh komponen masyarakat perlu memahami, bahwa pemekaran ini merupakan niat tulus ikhlas dari pendahulu kita, yang kini kebetulan kita teruskan  untuk menjadi kenyataan.  

8. Akhirnya hanya kepada Allah SWT. Juga kita berserah diri, semoga dimudahkannya, segala urusan yang harus kita hadapi, Aaminn Ya Rabbal Alamin. 


Medan, 21 Mei 2006
Alm. Drs.H.Mustafa M. Tamy MM (Salah satu Pengagas Pemekaran Provinsi ALA)

Komentar

Loading...