Unduh Aplikasi

Pohon Beringin Tertua di Kota Blangpidie Bakal Ditebang

Pohon Beringin Tertua di Kota Blangpidie Bakal Ditebang
Pohon beringin yang akan ditebang. Foto: Julida Fisma

ACEH BARAT DAYA - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berencana menebang pohon beringin berusia 500 tahun. Keberadaan pohon ini dianggap membahayakan keselamatan masyarakat, terutama saat angin kencang melanda Blangpidie.

“Kami telah membicarakannya. Semua pihak menyetujui pohon beringin besar itu kita tebang karena kita khawatir jatuhnya korban jiwa pada saat terjadinya bencana angin kencang,” kata Kepala BPBK Abdya Amiruddin, Jumat (11/11).

Beringin tua itu berada di sisi jalan, persis di tengah kota Blangpidie, tepatnya di kompleks asrama Kodim 0110 Abdya. Tinggi pohon ini mencapai 20 meter. Peristiwa angin kencang sebulan lalu menyebabkan satu ruas dahan besar pohon beringin itu patah dan menimpa beberapa rumah dinas milik TNI yang sedang direnovasi.

Beruntung tak ada korban dalam insiden itu. “Kalau peristiwa patah dahan pohon itu terjadi pada siang hari, tentu ada korban jiwa karena anak-anak sering bermain di bawah pohon tersebut,” kata Amiruddin.

Kata dia, penebangan pohon besar tersebut dilakukan oleh pemkab Abdya dalam waktu dekat ini segera di tebang secara manual oleh orang pilihan. Proses memotongan pohon ini diperkirakan 12 hari.

Seorang warga kota itu menyayangkan jika pohon itu dipotong. Menurutnya, mungkin ada cara agar pohon itu diselamatkan. Minimal tidak memusnahkan seluruh bagian pohon itu.

“Mungkin saja dengan memangkas ujung-ujung yang membahayakan. Karena pohon ini dapat dikatakan heritage yang menjadi salah satu ciri khas Blangpidie, selain Simpang Cerana,” kata sumber tersebut sambil berpesan kepada AJNN untuk tidak menuliskan namanya.

Komentar

Loading...