Unduh Aplikasi

Susunan Fraksi Belum Terbentuk, DPRA Minta Nama ke PNA untuk Bahas Tatib

Susunan Fraksi Belum Terbentuk, DPRA Minta Nama ke PNA untuk Bahas Tatib
Surat dari Ketua DPRA Sementara untuk seluruh ketua fraksi terkait pembahasan tatib. Foto: Ist

BANDA ACEH - Satu surat beredar di media sosial. Surat itu merupakah permintaan nama-nama anggota  fraksi terkait pembahasan tata tertib Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Surat yang dikirimkan tanggal 15 Oktober 2019 ditujukan kepada seluruh ketua-ketua fraksi. Ada sembilan fraksi yang disebutkan dalam surat yang diteken oleh Ketua DPRA sementara, Dahlan Jamaluddin.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa sesuai dengan ketentuan pasal 34 ayat (3) huruf c peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan penyusunan tata tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi kabupaten dan kota, salah satu tugas pimpinan sementara DPRD adalah memfasilitasi penyusunan rancanagn peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD.

Berkenaan dengan itu, maka dimintakan kepada ketua fraksi DPRA untuk mengirimkan nama-nama anggota yang akan ditugaskan sebagai penyusun dan pembahas Rancangan Peraturan DPRA tentang tatib paling lambat 18 Oktiber 2019.

Di surat itu juga dijelaskan jumlah anggota yang diminta bervariasi, dari tujuh orang hingga empat orang tergantung dari jumlah kursi yang diraih.

Adapun jumlah anggota setiap fraksi yakni, PA 7 orang, Demokrat 4 orang, Golkar 3 orang, Gerindra 3 orang, PAN 2 orang, PNA 2 orang, PKS 2 orang dan PKB-PDA 2 orang.

Memang tidak ada yang aneh dari surat itu, namun fraksi PNA hingga kini belum tersusun pengurus fraksi. Otomatis tidak ada perwakilan yang bisa dikirimkan dalam pembahasan tatib tersebut.

Penyebabnya adalah karena adanya dualisme kepengurusan DPP PNA. Dimana kedua kubu tersebut mengirimkan surat kepada DPRA terkait susunan fraksi.

Baca: Mawardi Ismail: Struktur Fraksi PNA Harus Sudah Ada Sebelum AKD

Anggota DPRA dari PNA, Reza Fahlevi Kirani dalam rapat paripurna pengumuman pembentukan fraksi-fraksi DPRA dan usul penetapan calon Pimpinan DPRA Definitif periode 2019-2024, Senin (14/10) malam, sudah menyampaikan permasalahan itu.

Menurutnya apabila Fraksi PNA tidak terbentuk, maka siapa anggota Fraksi PNA yang masuk dalam pembahasan tata tertib dewan (tatib) kedepan.

"Artinya kami absen, makanya harus jelas, kalau malam ini tidak jelas, maka dipastikan PNA akan absen di pembahasan tatib," kata Fahlevi Kirani saat interupsi malam itu.

Darwati A Gani yang merupakan anggota DPRA kubu Irwandi Yusuf ketika dikonfirmasi hanya menjawab belum ada kejelasan masalah Fraksi PNA.

"Masih jelas tentang itu," kata Darwati kepada AJNN, Rabu (16/10).

Ia juga menjelaskan karena belum ada ditetapkan fraksi tidak mungkin ikut jadi bagian dari tim pembahas tatib.

"Belum ada fraksi, jadi tidak mungkin kami ikut," jelasnya.

Sementara, Reza Fahlevi Kirani yang merupakan anggota DPRA kubu Samsul Bahri alias Tiyong ketika dihubungi mengaku sedang ada kegiatan. Ia akan menghubungi kembali setelah kegiatan itu selesai.

Hingga berita ini diunggah, Fahlevi Kirani tidak kunjung menghubungi kembali. Sementara ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat aplikasi Whatshapp hanya menjawab siap.

Komentar

Loading...