Unduh Aplikasi

PN Meulaboh Tolak Permohonan Praperadilan Agus

PN Meulaboh Tolak Permohonan Praperadilan Agus
Ilustrasi. Foto: Net
ACEH BARAT - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Meulaboh menolak permohonan praperadilan warga Aceh Barat bernama Agus Dianto terhadap Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, karena telah menetapkan Agus sebagai tersangka selama 2,8 tahun tanpa kepastian hukum. Kepolisian juga menyita sejumlah cek dan giro milik Agus senilai Rp 2,5 miliar lebih atas dugaan kasus penggelapan dan penipuan terhadap rekannya Arman.

Baca: Dua Tahun Berstatus Tersangka, Agus Praperadilan-kan Polisi

Dalam putusan yang dibacakan oleh Al-Qudri, selaku hakim tunggal dalam persidangan tersebut menyebutkan, penetapan Agus sebagai tersangka telah sesuai dengan dua alat bukti yakni, merupakan delik aduan, dimana ada pihak yang melaporkan Agus sehingga penetapan Agus sebagai tersangka telah sah.

Dalam putusan tersebut, hakim menyebutkan, penetapa Agus sebagai tersangka merupakan dasar delik aduan atau adanya pelapor terkait dugaan kasus penggelapan dan penipuan, sehingga penetapan Agus sebagai tersangka sudah sesuai dengan Kitab Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sesuai dengan aturan yang berlaku, hakim menyebutkan penetapan Agus sebagai tersangka baru dapat dicabut apabila Arman sebagai terlapor mencabut laporannya kepada pihak kepolisian.

Adanya penyitaan cek dan giro yang dilakukan oleh pihak kepolisian menurut hakim juga sudah sesuai ,karena penyitaan tersebut untuk dijadikan alat bukti dalam penyidikan kasus.

Atas dasar beberapa pertimbangan tersebut, serta pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan dalam pesidangan selama sidang tersebut berlangsung, Al-Qudri selaku hakim dalam sidang menolak semua permohonan dari Agus Dianto.

Dalam sidang tersebut majelis hakim meminta kepada pihak kepolisian untuk dapat melanjutkan penanganan perkara pidana itu.

Usai putusan yang dibacakan oleh majelis hakim, pengacara dari Agus Dianto yakni Hendrawan Sofyan SH mengaku, pihaknya belum bisa memastikan langkah selanjutnya setelah mendengar putusan hakim.

"Kami belum dapatkan putusannya, jika nanti sudah ada putusan di tangan, baru kami akan lakukan pertimbangan-pertimbangan atas putusan tersebut untuk kita ambil langkah selanjutnya,”kata Hendra.

Menurut Hendra, pihaknya selaku pemohon sudah menyampaikan fakta-fakta yang berlaku dipersidangan atas penetapan Agus selaku tersangka yang berlarut-larut serta penyitaan sejumlah cek dan giro milik kliennya itu tetap tidak sah karena telah menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Teguh Priyambodo Nugroho SIK melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Ajun Komisaris Polisi Hardy Meladi Kadir SIK mengatakan, putusan hakim tersebut sudah sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan.

Pasalnya, penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian sudah berlangsung dan sudah sesuai dengan KUHAP dalam penanganan perkaranya, serta Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan.

Kapolres mengaku akan tetap melanjutkan kasus tersebut dan kembali melengkapi berbagai syarat formil dan materil sesuai yang petunjuk pihak kejaksaan, agar kasus tersebut dapat segera dituntaskan di pengadilan.

Komentar

Loading...