Unduh Aplikasi

PN Meulaboh Eksekusi Tanah Milik Pengusaha Aceh Barat

PN Meulaboh Eksekusi Tanah Milik Pengusaha Aceh Barat
ACEH BARAT - Pengadilan Negeri Meulaboh mengeksekusi tanah milik H.M Salim atau akrab disapa Haji Salim yang berada di Jalan Gajah Mada Meulaboh, proses eksekusi dikawal ketat puluhan personil Kepolisian Resor (Polres), TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Barat, Kamis (17/3).

Eksekusi yang sempat menjadi tontonan ribuan warga Aceh Barat itu berlangsung tanpa perlawanan. Namun seorang warga bernama Saipul sempat meminta agar eksekusi dihentikan, sambil memperlihatkan sertifikat tanah atas nama Muhammad Irvan Hidayana, bukan milik Haji Salim.

Saiful mengaku kedatangan dirinya ke tempat itu diminta oleh Muhammad Irvan Hidayana--anak Haji Salim,-- yang disebut Saipul  sebagai bos tempat ia bekerja. Meskipun telah ditunjukan bukti sertifikat pemilik tanah sebenarnya, eksekusi tetap dilakukan.

Sebelum eksekusi tanah tersebut, juru sita Pengadilan Negeri Meulaboh secara bergantian yakni Said Isa dan Adlin  membacakan surat penetapan eksekusi yang disaksikan ribuan warga serta unsur Pimpinan Derah (Muspida).

Dalam surat eksekusi Nomor 02/pdt.eks/PN-Meulaboh 2016 itu disebutkan, eksekusi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat atas nama Dinas Bina Marga dapat dilaksanakan, berdasarkan penawaran dan penitipan telah sah dilakukan dan berharga sebagai konsinyiasi .

Eksekusi itu disebutkan telah sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah ntuk Kepentingan Umum.

Dalam surat  itu  juga dijelaskan bahwa tanah yang dikosongkan oleh Pemkab Aceh Barat tersebut merupakan milik dari Haji Salim, dan surat permohonan pengosongan tanah telah disampaikan kepada termohon pada 9 Januari 2016.

Sebelum eksekusi dilakukan, termohon--Haji Salim--  sudah dipanggil pada tanggal 25 Januari 2016 dan tanggal 3 Maret 2016 namun tidak pernah hadir.

Saat hendak melakukan eksekusi, juru sita pengadilan sempat memanggil pemohon yakni Kepala Dinas Bina Marga Aceh Barat, Oskar Dilaga dan termohon yakni Haji Salim, namun termohon tidak hadir dalam proses tersebut.

Sementara itu Muhammad Irvan Hidayana saat dikonfirmasi AJNN mengatakan dia berencana melakukan gugatan atas dieksekusinya tanah tersebut. Pasalnya kata dia, tanah yang dieksekusi itu bukan  atas nama  Haji Salim namun atas nama dirinya.

“Ya kita lihat nanti, mungkin akan kita coba lakukan gugatan, sesuai dengan sertifikat kepemilikan tanah kita yang sah bukan milik bapak,”sebutnya.

Tanah milik Haji Salim yang berada di Jalan Gajah Mada Meulaboh dieksekusi untuk pembangunan jalan dua jalur.

Komentar

Loading...