Unduh Aplikasi

PLTU 3 dan 4 Siap Ganti Rugi Lahan Milik Warga Geulanggang Merak

PLTU 3 dan 4 Siap Ganti Rugi Lahan Milik Warga Geulanggang Merak
Pertemuan warga dengan manajemen PLTU 3 dan 4. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Setelah dilakukan aksi pemblokiran jalan menuju lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap 3 dan 4 yang berada di Dusun Geulanggang Merak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan raya selama dua hari terakhir, akhirnya manajemen PLTU 3 dan 4 siap melakukan ganti rugi lahan dan bangunan rumah milik warga tersebut.

Humas PLTU 3 Dan 4 Adi Irwansyah, mengatakan pihaknya siap melakukan ganti rugi untuk sepuluh unit rumah yang lokasinya berdekatan dengan pembangunan PLTU itu.

"Kami siap melakukan ganti rugi sepuluh unit lahan dan bangunan, kesepakatan ini lahir dari hasil pertemuan dengan warga yang sedang berlangsung saat ini," kata Adi kepada AJNN, Kamis (16/5).

Dikatakannya, untuk nilai dari lahan dan bangunan itu nantinya akan dihitung oleh tim 19 Pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Menurutnya dari 10 lahan dan bangunan yang siap mereka ganti rugi, maka tersisa enam lahan bangunan yang belum diganti rugi yang nantinya menjadi tanggung jawab dari PLTU 1 dan 2.

"Yang enam lagi ya menjadi tanggung jawab PLTU 1 dan 2 lah. Masa kami semua kan tidak mungkin, jadi sama-sama lah kami tanggung," ucapnya.

Usai ditanda tangani perjanjian ganti rugi ini nantinya, Adi meminta masyarakat membuka pemblokiran jalan menuju lokasi pembangunan PLTU 3 dan 4, agar proses pelaksanaan proyek dapat berjalan.

Baca: Warga Geulanggang Merak Blokir Jalan ke Lokasi Pembangunan PLTU 3 dan 4

Sementara itu, perwakilan warga Dusun Geulanggang Merak, Teuku Fachruddin mengatakan pemblokiran akan dibukan setelah perjanjian ini disepakati.

Ia bersama warga, kata dia, memberi waktu kepada pihak PLTU dapat menyelesaikan ganti rugi lahan dalam kurun waktu empat bulan. Untuk itu, ia berharap tim 19 Pemkab Nagan Raya untuk segera turun mengukur dan menghitung nilai lahan dan bangunan didaerah itu.

"Kepada tim 19 kami minta agar bergerak cepat menghitung nilai harga lahan dan bangunan. Karena kami beri waktu empat bulan dari mulai mengukur dan menghitung lahan," kata Fachruddin.

Setelah adanya kepastian 20 unit lahan dan bangunan ditanggung Mifa serta 10 unit lahan dan bangunan ditanggung PLTU 3 dan 4, ia meminta PLTU 1 dan 2 menyelesaikan sisa yang tidak masuk dalam peta dua perusahaan itu.

Dia mengatakan jika PLTU 1 dan 2 tidak mau memenuhi tuntutan mereka melakukan ganti rugi sebanyak enam lahan dan bangunan di dusun tersebut, maka pihaknya akan kembali mengambil tindakan dengan menyubat drainase milik PLTU 1 dan 2.

"Kalau mereka tidak ganti rugi kami sumbat lagi drainasenya. Yang sudah kami sumbat ada 6 drainase, sisa tiga yang belum. Ini akan kami sumbat jika mereka tidak bersedia menanggung enam lagi," tegasnya.

Komentar

Loading...