Unduh Aplikasi

Plt Ketum PPP Ingatkan Pengurus dan Kader Jangan Terlibat Kasus Hukum

Plt Ketum PPP Ingatkan Pengurus dan Kader Jangan Terlibat Kasus Hukum
Plt Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa silaturahmi dengan PPP Aceh.

BANDA ACEH - Plt. Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa mengingatkan pengurus dan kader PPP tidak terlibat kasus hukum karena dapat mencoreng nama partai.

"Kasus Romahurmuziy menjadi warning bagi pengurus. Sehingga saya berharap kedepannya tidak ada pengurus atau kader yang terlibat kasus hukum, ini bisa mencoreng nama partai," kata Suharso usai silaturahmi dengan pengurus PPP Aceh, di Banda Aceh, Kamis (27/6).

Ia juga memberikan apresiasi kepada kader partai PPP di Aceh yang mampu menunjukkan eksistensinya pada Pemilu 2019. Pada 2014, suara pemilihan DPR Aceh meraih 160 ribuan, naik menjadi 180 ribuan pada Pemilu 2019. Sedangkan untuk pemilihan DPR RI 2014 meraih 192 ribu suara dan pada 2019 naik menjadi 217 ribu.

"Ditengah isu negatif yang menerpa partai, Aceh mampu meningkatkan perolehan suara tidak seperti provinsi lainnya yang menurun perolehan suaranya," ujarnya.

Kenaikan perolehan suara tersebut, kata Suharso menyebabkan perolehan kursi DPR RI daerah pemilihan Aceh meningkat. Pada 2014 PPP hanya mendapat satu kursi, pada Pemilu 2019 menjadi dua kursi.

Sementara untuk pemilihan anggota DPR Aceh, PPP meraih enam kursi dalam seperti perolehan sebelumnya.

"Saat perolehan suara PPP turun di provinsi lain, Aceh malah naik dan meraih dua kursi DPR RI, ini patut di banggakan. Peningkatan perolehan suara di Aceh ini bisa mempertahankan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold," katanya.

Ia juga menambahkan DPP PPP akan menjadikan Aceh sebagai titik awal kebangkitan partai berlambang Ka'bah dalam mempertahankan konsistensi pada pemilu.

"Kesuksesan PPP di Aceh bisa menjadi contoh kepada PPP di provinsi lainnya dalam mempertahankan perolehan suara terutama di daerah basis pemilihan partai berlambang Ka'bah tersebut," ungkapnya.

Komentar

Loading...