Unduh Aplikasi

Plt Gubernur Pertimbangkan Bangun Pabrik Pengolah Ubi di Aceh Jaya

Plt Gubernur Pertimbangkan Bangun Pabrik Pengolah Ubi di Aceh Jaya
Foto: Ist

ACEH JAYA - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah lakukan panen perdana ubi tapioka yang dikelola Pondok Pesantren Darun Nizham Aceh Jaya di bawah binaan BI Provinsi Aceh, Kamis (17/10).

Pimpinan Pondok Pesantren Darun Nizham, Tgk. H. Muslem atau yang lebih dikenal dengan sapaan Abati mengatakan tanaman Ubi yang dikelola pihaknya itu seluas 20 hektare.

"Jadi ini merupakan panen perdana kita, dan Alhamdulillah lansung disaksikan oleh bapak Plt Gubernur Aceh bersama bapak Bupati Aceh Jaya dan Kepala BI Aceh," ujar Abati.

Namun Abati juga menyampaikan keluhan mengenai harga jual dan penampung ubi hasil panen.

"Saat ini kita sudah kontrak ke pembeli di Perlak Aceh Timur dengan harga tampung senilai Rp 1.050 per kilogram, dan kita juga masih terkendala dengan transportasi ke sana," ungkap Abati.

Dari itu, pihaknya memohon kepada Plt Gubernur untuk bisa membangun pabrik pengolah ubi di Aceh Jaya, sehingga nilai jual bisa meningkat dan masyarakat bisa lebih semangat untuk berkebun Ubi di Aceh Jaya.

Apalagi sambung Abati, lahan kosong di Aceh Jaya saat ini masih seluas mata memandang dan tanahnya juga sangat cocok untuk tanaman ubi.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengaku sangat mendukung demplot pertanian singkong yang dikelola Pesantren Darun Nizham Aceh Jaya.

"Kalau masalah harga memang standar di Indonesia sekitar Rp 1.500 hingga Rp 1.700 perkilo, namun terkait dengan permintaan pendirian pabrik pengolahan Ubi di Aceh Jaya kita dukung," kata Nova.

Namun untuk pabrik itu sebenarnya yang bangun itu pihak swasta, dan Bank Aceh Syariah itu juga swasta milik pemerintah yang disebut BUMA.

"Nanti saya akan bicara dengan Kadin Aceh dan melihat skema dari Bank Aceh Syariah, kalau investasinya mikro di bawah Rp 2 miliar itu Insya Allah akan segera kita bangun," ungkap Nova.

"Itu yang skala kecil dulu, paling tidak ke depan bisa mengolah setengah jadi, jadi harga ongkos bisa terpangkas lagi sehingga keuntungan petani akan bertambah. Namun jika investasinya menengah keatas misalnya investasinya capai Rp 10 miliar itu swastalah yang lebih kuat," pungkasnya.

Komentar

Loading...