Unduh Aplikasi

Plt Gubernur Aceh Warning Kepala SKPA

Plt Gubernur Aceh <i>Warning</i> Kepala SKPA
Plt Gubernur Aceh Soedarmo

BANDA ACEH - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Soedarmo memberi peringatan (warning) kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) untuk tidak mengeluarkan anggaran yang seharusnya itu tidak bisa dikeluarkan.

“SKPA jangan coba-coba cairkan anggaran yang seharusnya tidak bisa dicairkan. Saya berusaha untuk meletakkan landasan yang tepat sesuai tujuan nasional,” kata Plt Soedarmo dalam sambutannya pada acara temu ramah dan silaturahmi dengan pimpinan media massa, Selasa (8/11).

Soedarmo mengaku untuk pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2017, telah memerintahkan seluruh SKPA untuk menyusun program yang betul-betul untuk kepentingan masyarakat, dan bukan program untuk menghabiskan anggaran saja.

“Tidak ada program bagi-bagi kue, yang ada program kerja sesuai kebutuhan RPJM Aceh. Kalau memang ada SKPA hanya memiliki program rutin, ya itu saja programnya, jangan dipaksakan program lain yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, kata Soedarmo, perlu adanya pengawasan dari masyarakat, khususnya kawan-kawan wartawan. Karena wartawan akan lebih mudah untuk melihat program-program yang diharapkan oleh masyarakat. Dan apabila ada SKPA memaksakan program yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakt untuk segera membuat laporan.

“Karena wartawan adalah mitra pemerintah yang bisa mendeteksi masalah-masalah di SKPA,” ujarnya.

Soedarmo yang merupakan mantan anggota TNI ini menargetkan APBA 2017 akan disahkan pada pertengahan Desember 2017. Untuk itu, ia meminta kepada pihak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk tidak menganggu program eksekutif.

“Tolong wartawan menyuarakan kepada DPRA untuk tidak menganggu program yang sudah disusun oleh Pemerintah Aceh. Selama ini Aceh selalu telat dalam pengesahan APBA, karena adanya kepentingan,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Aceh juga akan membuka posko pengaduan yang berada di Pendopo Gubernur Aceh. Tujuannya adalah untuk menampung seluruh informasi dan pengaduan dari masyarakat tentang semua permasalahan yang terjadi di Aceh.

“Kami akan segera membuka posko pengaduan, pendopo gubernur ini rumah rakyat, silahkan dinikmati bersama, bagi masyarakat mau masuk dan salat, silahkan saja, tetap harus melapor terlebih dahulu,” ujarnya.

Komentar

Loading...