Unduh Aplikasi

Plt Gubernur Aceh Larang PNS dan Tenaga Kontrak Minum Kopi di Warkop

Plt Gubernur Aceh Larang PNS dan Tenaga Kontrak Minum Kopi di Warkop
Surat Plt Gubernur Aceh. Foto: Ist

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga kontrak Pemerintah Aceh nongkrong di warung kopi.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Plt Gubernur Aceh, nomor 800/7669, perihal perpanjangan penyesuaian sistem kerja pegawai dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 fase new normal di lingkungan Pemerintah Aceh.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto membenarkan surat Plt Gubernur Aceh yang melarang PNS dan tenaga kontrak nongkrong di warung kopi tersebut.

"Benar (PNS dan tenaga kontrak dilarang berada di warkop)," kata Muhammad Iswanto saat dikonfirmasi AJNN, Jumat (29/5).

Dalam surat yang dikeluarkan pada 28 Mei 2020 ini juga mengatur beberapa hal termasuk penyesuaian sistem kerja pegawai. Dimana, pejabat eselon (1.b hingga IV) tetap bekerja seperti biasa. Tetapi untuk pejabat fungsional, staf dan tenaga kontrak menggunakan jadwal shift.

Kemudian, bagi PNS staf dan tenaga kontrak yang tidak bertugas di kantor, maka tetap bekerja dari rumah, dan wajib bersiaga jika mendapatkan panggilan atasan.

Selanjutnya, pada poin keempat surat Plt Gubernur Aceh itu, melarang PNS dan tenaga kontrak berada di warung kopi atau cafe selama 24 jam, baik pada hari kerja maupun libur, dan menghindari tempat keramaian.

Jika ketentuan itu dilanggar, maka bakal diberikan sanksi tegas berupa pemotongan Tunjangan Prestasi Kejra (TPK) 100 persen bagi PNS, dan pemutusan hubungan kerja langsung pada bulan berjalan terhadap tenaga kontrak.

Pengawasan terhadap pelanggaran poin 4 dilakukan oleh Satpol PP dan WH Aceh, dilaporkan ke Sekda Aceh melalui Badan Kepegawaian Aceh dengan tembusan SKPA terkait.

Surat yang ditandatangani oleh Nova Iriansyah ini juga ditembuskan ke Mendagri, Menpan RB, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Ketua DPR Aceh, dan Bupati/Wali Kota Se Aceh.

Komentar

Loading...