Unduh Aplikasi

Plt Gubernur Aceh Diminta Tak Menggubris Klaim Kepengurusan FPMPA

Plt Gubernur Aceh Diminta Tak Menggubris Klaim Kepengurusan FPMPA
Foto: Net

BANDA ACEH - Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh (FPMPA) hingga kini belum jelas kepemimpinannya. Kongres yang pernah digelar pada tahun 2019 lalu gagal memilih pemimpin karena adanya konflik ketika kongres berlangsung.

Namun terdengar kabar adanya pihak yang mengklaim bahwa sudah lahir kepengurusan FPMPA. Bahkan terdengar kabar akan adanya pertemuan antara kepengurusan FMPA tersebut dengan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Salah peserta Kongres dari paguyuban Ipelmasra, Ali Hermansyah meminta agar Pemerintah Aceh untuk tidak merespon klaim kepengurusan FPMPA di bawah pimpinan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menjelaskan pada pelaksanaan kongres yang lalu, tidak ada keputusan hasil yang sah terhadap penetapan calon Ketua FPMPA. Pasalnya terjadi kekacauan, kemudian tidak dilanjutkan dikarenakan pimpinan sidang hanya satu orang saja.

"Kronologis terjadinya kekacauan, dikarenakan adanya salah satu calon yang bernama Rahmad Muchliyan tidak mencukupi syarat pencalonan dan forum menolak penetapan calon secara sepihak oleh pimpinan sidang, sehingga terjadi konflik di dalam forum," ujarnya.

Selain itu, kata dia, banyak paguyuban peserta kongres yang keluar dari forum kongres dan menyatakan menolak kelanjutan kongres tersebut.

"Karena permasalahan ini masih menimbulkan persoalan internal, maka Pemerintah Aceh kami minta untuk tidak merespon klaim kepengurusan yang tidak mempunyai legal standing yang jelas dan tidak mempunyai legitimasi yang sah," jelasnya.

Apabila Pemerintah Aceh merespon pihak yang klaim FPMPA itu, kata Ali, dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak dari paguyuban lainnya kedepan, sehingga ini merugikan Plt Gubernur Nova Iriansyah karena dianggap melegalkan kepengurusan yang masih adanya pro kontra.

"Kondisi ini tidak baik karena bisa memecah belah pemuda Aceh, padahal kami yakin Pemerintah Aceh sangat komit untuk mewujudkan pemuda Aceh yang bersatu untuk membangun Aceh secara bersama-sama," kata Ali Hermansyah

Selain itu, ia juga mendesak agar panitia dan SC Kongres FPMPA untuk segera mengagendakan segera kongres lanjutan agar melahirkan kepengurusan yang sah yang dapat mengakomodir semua kepentingan paguyuban.

"Segera gelar kongres lanjutan, agar bisa mengakomodir semua kepentingan paguyuban, bukan hanya kepentingan sebagian paguyuban lalu mengatasnamakan 23 paguyuban di Aceh," ujarnya.

Komentar

Loading...