Unduh Aplikasi

Plt Gubernur Aceh: 2.400 Warga Sudah Dilakukan Rapid Test

Plt Gubernur Aceh: 2.400 Warga Sudah Dilakukan Rapid Test
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat di halaman kantor Dinas Sosial Aceh, Kamis (9/4). Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh berencana melakukan pemeriksaan rapid test terhadap 25 ribu masyarakat Aceh. Sejauh ini, sudah 2.400 warga yang sudah diperiksa.

"Sudah melakukan 2.400, target kita 25 ribu warga, kira-kira baru 10 persen lah (sudah dirapid test) kalau target 25 ribu," kata Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kepada wartawan di sela-sela penyerahan bantuan sembako di halaman kantor Dinas Sosial Aceh, Kamis (9/4).

Kemudian, kata Nova, jika ketersediaan bahan rapid test tersebut mencukupi, Pemerintah Aceh bakal menargetkan sebanyak 30 sampai 40 ribu warga Aceh yang diperiksa.

Sejauh ini, belum disampaikan berapa total warga yang positif maupun negatif berdasarkan hasil rapid test yang sudah berjalan.

Dalam kesempatan ini, Nova menyampaikan, hasil rapid test hanya untuk memetakan potensi penularan. Jika hasil rapid test ada yang terindikasi positif, maka itu bukan lah kesimpulan final bahwa yang bersangkutan terjangkit.

Tetapi, akan ditingkatkan kembali atau mengkonfirmasinya melalui tes swab dengan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Karena banyak kejadian, ketika rapid test hasilnya positif. Tetapi ketika hasil swab nya ternyata negatif," ujarnya.

Sebelumnya disampaikan, sampai hari ini Pemerintah Aceh belum mempunyai cairan reagen untuk melaksanakan pemeriksaan swab menggunakan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR).

Nova menyebutkan, cairan reagen itu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium PCR, namun harus dipesan ke Jerman. Tetapi, distributor cairan tersebut hanya ada satu di Indonesia. Dan Kemenkes juga menggunakan distributor yang sama.

Di Aceh saat ini sudah ada dua laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR), satu di Unsyiah dan satu lagi milik Kemenkes RI di Lambaro, Aceh Besar.

Meski demikian, lanjut Nova, pemerintah Aceh terus berusaha mengakses langsung ke Jerman guna mendapatkan cairan reagen tersebut. Bahkan, sudah mulai menjajaki diluar jalur pemerintah.

"Semuanya sudah diupayakan, termasuk membeli bahan ini diluar jalur tata niaga yang dilakukan oleh pemerintah. Kita lakukan sepanjang harga itu wajar, dan masuk dalam skema pemerintah," tutur Nova Iriansyah.

Komentar

Loading...