Unduh Aplikasi

Plt Bupati: Jangan Coba-coba Kepala SKPK Boikot Pembahasan APBK

Plt Bupati: Jangan Coba-coba Kepala SKPK Boikot Pembahasan APBK
Suasana Ruang Sidang DPRK Singkil menjelang paripurna. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Singkil Asmauddin mengultimatum para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPK) di jajaran pemerintahan setempat untuk tidak mencoba-coba ikut memboikot pembahasan Anggaran Pendapatan Belaja Kabupaten (APBK) 2017. Kepala SKPK diminta untuk senantiasa mengikuti setiap pembahasan bersama dewan.

Ultimatum itu diungkapkan Asmauddin saat menyampaikan pidato Pengantar Nota Keuangan Rancangan Qanun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (R-APBK) Aceh Singkil tahun 2017 dalam sidang paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, Selasa (27/12) malam sekira pukul 23.00 wib.

"Jika ada yang melalaikan tugas akan diberi sanksi tegas, cek absen siapa yang tidak hadir berarti ikut memboikot, kalau tidak mau membela kepentingan rakyat kita akan sikat," kata Asmauddin.

Pernyataan yang disampaikan Kasat Satpol PP Aceh itu bukan tanpa alasan, pasalnya saat sidang berlangsung banyak kepala SKPK yang tak hadir, padahal Asmaudin sendiri yang sedang dalam keadaan sakit tetap menghadiri sidang yang sempat tertunda dari jadwal yang ditetapkan bamus lantaran Komisi III DPRK bersama mitra kerjanya belum menyelesaikan pembahasan dan baru rampung selasa sore.

"Kalau dewan tidak bisa dipecat, tapi kalau SKPK memboikot kita sikat ada kewenangan saya," imbuh asmauddin.

Asmauddin mengatakan dinamika pembahasan angaran sekilas memang terlihat sederhana, tetapi kenyataannya pembahasan sampai membuatnya pusing, lantaran telah mengusik kewenanganya sebagai plt bupati, yakni tugas untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Untuk memelihara keamanan dan ketertiban salah satunya adalah memastikan masyarakat kenyang, sehingga anggaran harus dibahas tepat waktu, apalagi warga baru terkena musibah banjir sehingga perlu penanganan," tandas Asmauddin.

Sidang paripurna Selasa malam itu sendiri dipimpin tunggal oleh wakil Ketua DPRK Yulihardin dan dihadiri 14 orang anggota dari 25 orang, seluruh anggota dewan dari Partai Golkar yang memiliki kursi mayoritas tak satupun ikut hadir, padahal saat siang mereka terlihat berada di gedung dewan setempat.

Dalam Nota Keungan yang pembacaanya dilanjutkan oleh Sekda Aceh Singkil, lantaran kondisi Asmauddin sedang sakit itu, plafon belanja tahun 2017 sebesar Rp 898 milyar, anggaran belanja itu bersumber dari pendapatan daerah sebesar Rp 861 milyar lebih, devisit anggaran tertutupi dari Silpa anggaran tahun 2016 Rp 36 milyar lebih, sehingga posisi APBK Aceh Singkil tahun 2017 berimbang.

Komentar

Loading...