Unduh Aplikasi

PERINGATAN 12 TAHUN TSUNAMI

Plt Bupati Aceh Barat: Masyarakat Harus Waspada Terhadap Bencana

Plt Bupati Aceh Barat: Masyarakat Harus Waspada Terhadap Bencana

ACEH BARAT - Sekitar ribuan masyarakat Aceh Barat menggelar zikir dan doa bersama mengenang peristiwa bencana gempa dan tsunami yang telah meluluhlantakkan Aceh pada 26 Desember 2004 lalu atau 12 tahun silam. Kegiatan zikir dan doa bersama tersebut ditempatkan di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Senin (26/12) pagi.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Aceh Barat, Rachmat Fitri HD, mengharapkan melalui zikir dan doa bersama dalam memperingati peristiwa tsunami yang terjadi 12 tahun lalu itu dapat menjadikan langkah awal bagi masyarakat Aceh Barat agar lebih waspada terhadap munculnya bencana alam.

“Bencana alam selalu datang mengintai kita kapan saja, hal tersebut kita sadari dalam beberapa waktu ini terus terjadi di sekitar kita,” kata Haji Nanda—sapaan akrab Rachmat Fitri HD.

Menurutnya peristiwa tsunami memang sudah terjadi, namun peristiwa itu bisa terulang. Di luar bencana tsunami, bencana lain juga kerab terjadi di Aceh Barat seperti gempa, longsor, badai, kebakaran dan bencana lainnya.

Dengan melakukan zikir dan doa bersama dalam rangka mengenang peristiwa tsunami tersebut, Haji Nanda berharap masyarakat setempat selalu melakukan instropeksi diri terhadap apa yang terjadi pada masa lalu dan menjadi pedoman untuk masa yang akan datang dengan terus meningkatkan ibadah kepada Allah.

“Insyaallah zikir dan doa bersam memperingati gempa dan tsunami akan selalu kita laksanakan guna mengenang dan mengingatkan anak cucu kita tentang dahsyatnya peristiwa itu, dan juga sebagai bentuk penghormatan menganang para syuhada tsunami,” ungkapnya.

Peristiwa gelombang besar yang disebut dengan ie beuna itu, kata dia, telah menghancurkan sebagian kawasan Kabupaten Aceh Barat serta merenggut ratusan ribu korban jiwa yang menimbulkan trauma yang mendalam ditengah masyarakat.

Atas apa yang telah terjadi itu, Haji Nanda mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan rasa kepedulian bersama. Bencana bukan merupakan sesuatu yang diharapkan oleh siapapun, namun nilainya masyarakat harus mampu meminimalisir peristiwa itu, dengan melakukan berbagai upaya melalui langkah pengurangan resiko bencana yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sehingga semua masyarakat Aceh Barat memiliki pemahaman dasar akan pentingnya kewaspadaan.

“Begitupun selaku pemerintah daerah, kami tidak menutup mata atas berbagai kondisi dari dampak yang dimunculkan akibat bencana,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia, pemerintah dibantu TNI/Polri dan para donatur terus melakukan upaya dan kerjasama sehingga upaya tanggap darurat dapat berjalan lancar.

Usai melakukan zikir dan doa bersama pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga memberikan santunan kepada 225 anak yatim, serta melakukan tabur bunga pemakam massal yang berada di Desa Suak Indrapuri.

Komentar

Loading...