Unduh Aplikasi

PLN Meureudu Juga Tak Miliki Rincian Pendapatan dari Pelanggan Pijay

PLN Meureudu Juga Tak Miliki Rincian Pendapatan dari Pelanggan Pijay
Manajer PLN Rayon Meureudu, Mustafa. Foto: AJNN.Net/Muksalmina

PIDIE JAYA - Pendapatan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dari pelanggan PLN di Kabupaten Pidie Jaya dengan tagihan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) setiap tahunnya tekor mencapai miliaran.

Setiap tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya harus menombok tidak kurang dari Rp 5 miliar dari tagihan lampu PJU sebesar Rp 8.9 miliar lebih. Sedangkan PPJ yang didapatkan pemkab setempat seperti pada tahun 2018 hanya Rp 3,1 miliar lebih. Sedangkan tahun 2019 hingga September sekitar Rp 3 miliar.

Meski besaran pajak telah disetorkan ke Pemkab Pidie Jaya. Namun hingga saat ini pemkab setempat belum sekalipun melihat rincian pendapatan atau omset PLN yang dihasilkan dari pelanggan di Pidie Jaya.

"Rincian pendapatannya tidak ada, kami hanya menerima besaran jumlahnya, seperti pada tahun 2018, PPJ yang kami terima sebesar Rp 3 miliar lebih, berarti pelanggan PLN yang kena PPJ di Pidie Jaya Rp 30 miliar lebih setiap tahun," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Pidie Jaya, M Diwarsyah kepada AJNN, Selasa (22/10).

Pemkab Pidie Jaya, lanjut dia, telah meminta rincian tersebut kepada pihak PLN Area Sigli. Namun kata dia, PLN Area Sigli berkilah kalau rincian tersebut harus mendapat persetujuan dari PLN Pusat.

"Kami sudah pernah meminta rinciannya, tapi harus ke PLN Pusat. Disamping itu, kami juga telah menyurati pihak PLN terkait rincian itu, tapi belum diberikan," sebut Diwarsyah.

Sementara itu, Manajer Rayon PLN Meureudu, Mustafa yang dikonfirmasi AJNN mengatakan, pihaknya juga tidak memiliki rincian tagihan dari pelanggan PLN di Pidie Jaya.

"Rinciannya tidak ada sama kami, karena itu menyangkut data privasi pelanggan, rinciannya harus ke PLN Pusat," kata Mustafa.

Baca: Setiap Tahun Pemkab Pijay Tekor Rp 5 Miliar untuk Lampu Jalan

Melihat realisasi PPJ dengan tagihan PJU, tentunya wajar jika Pemkab Pidie Jaya meminta rincian omset PLN dari pelanggan di Pidie Jaya. Namun, kata Mustafa, PPJ itu kembali kepada faktor daya langganan di kabupaten tersebut.

Mustafa menjelaskan, dari 33.846 pelanggan PLN di Pidie Jaya, baik prabayar maupun pascabayar, 352 pelanggan tidak kenak PPJ, pelanggan tersebut meliputi, instansi pemerintah, kantor TNI/Polri.

Selain itu, terdapat 3.095 pelanggan dua amper dan 2.054 pelanggan empat amper yang mendapat subsidi.

"Kenapa pengeluaran dengan pendapatannya jauh, itu kembali faktor daya pelanggan di Pidie Jaya," jelasnya.

Selain itu, tambahnya, dari 33.383 pelanggan yang wajib PPJ diantaranya juga terdapat pelanggan skala industri yang hanya membayar PPJ sebesar 3 persen. Namun ia tidak menyebutkan berapa jumlah pelanggan industri di Pidie Jaya.

"Pelanggan industri juga ada, pelanggan industri hanya dikenakan PPJ sebesar 3 persen," sebutnya.

Mustafa juga menjelaskan, tagihan PJU yang bergerak dinamis, hal itu disebabkan adanya titik PJU yang mengunakan PJU katagori P31, katagori tersebut tagihannya sesuai dengan pemakaian.

"Jenis lampu PJU ada yang mengunakan P31, tagihannya sesuai pemakaian. Makanya tagihan PJU di Pidie Jaya tidak statis," imbuh Mustafa.

Untuk diketahui, terdapat tiga katagori PJU yang terpasang di Pidie Jaya, tiga katagori tersebut adalah, P31, P32 dan P33.

P31 adalah PJU yang terdapat pengukur dan pembatas (Kwh dan MCB). P32 adalah PJU warning light (nyala 24 jam tanpa kWH meter). Sedangkan yang umum di gunakan di Pidie Jaya adalah jenis P33, yaitu PJU tanpa kWH meter.

Komentar

Loading...