Unduh Aplikasi

PLN Aceh Disomasi Pelanggan

PLN Aceh Disomasi Pelanggan
Potongan surat somasi. Foto: Ist

BANDA ACEH - Seorang pelanggan PLN, Syahril Ramadhan warga Aceh Besar, melayangkan surat somasi ke-2 kepada General Manager (GM) PLN Wilayah Aceh, Selasa 26 Oktober 2020.

Somasi ke-2 itu dilayangkan karena surat somasi pertama yang disampaikan belum ditanggapi oleh GM PLN Wilayah Aceh.

Syahril Ramadhan sebagai pelanggan PLN menilai tidak ada i’tikad baik dari GM PLN atas surat Somasi pertama yang disampaikannya.

"Somasi ke-2 perlu saya sampaikan, karena somasi pertama saya hanya menyebutkan saudara GM PLN Wilayah Aceh sebagai penanggung jawab terhadap kasus keperdataan antara perusahaan yang dipimpin dengan kami sebagai pelanggan," kata Syahril Ramadhan dalam surat somasi ke-2 seperti diterima AJNN.

Setelah dikaji, kata Syahril, tindakan Tim P2TL yang berada dalam manajemen GM PLN Wilayah Aceh dan kontrak pemborongan pekerjaan terhadap pihak kedua telah memenuhi unsur dugaan tindak pidana KUHP pasal 263 ayat 1.

Dalam KUHP pasal 263 ayat 1 itu berbunyi “Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak palsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

"Adapun bukti-bukti dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen dilakukan petugas P2TL yang kami dapati yakni, petugas P2TL dalam melaksanakan proses P2TL terhadap bangunan/persil kami telahh dengan sengaja menggunakan form berita acara P2TL fasa 1 untuk untuk menindak kami yang di klaim telah melakukan pelanggaran. Padahal mereka tahu bahwa kami adalah pelanggan fasa 3," ujarnya.

Bukti lain, kata Syahril, petugas P2TL telah merekayasa hasil pemeriksaan APP TL pada bangunan/persil miliknya, karena dilakukan sepihak dan tidak ada pihak pelanggan atau yang mewakili atau saksi lainnya yang menyaksikan proses pemeriksaan APP.

Syahril menambahkan, petugas P2TL mengisi berita acara dan laporan hasil P2TL secara sepihak tanpa pelanggan atau yang mewakili atau saksi lainnya agar bisa melakukan tindakan P2TL.

Kemudian, petugas administrasi P2TL telah melakukan pemeriksaan laboratorium sepihak terhadap APP pada bangunan/persil milik Syahril yang dibongkar, dibuktikan dengan mereka telah menyampaikan kepada dirinya bahwa pelanggaran yang dituduhkan ke Syahril telah dihitung sepihak dan telah ada nilai sanksi denda yang harus dilunasi.

"Tindakan P2TL telah merugikan kami selaku pelanggan PLN," imbuhnya.

"Berdasarkan penyimpangan atau pelanggaran Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan oleh Tim P2TL dan penanggung jawabnya seperti yang tersebutkan dalam surat Somasi pertama kami, dan dengan surat Somasi kedua ini kami telah menyampaikan unsur-unsur tindak pidana dugaan pemalsuan dokumen oleh Tim P2TL," tambahnya.

Tambah Syahril, maka dengan ini sekali lagi kami menyampaikan kepada saudara GM PLN Wilayah Aceh agar segera memasang kembali APP PTL pada bangunan/persil kami dan membayar ganti kerugian kami sebesar Rp 2.150.000.000 dalam waktu 7x24 jam.

"Bila sampai waktu yang telah kami tentukan saudara GM PLN tidak melaksanakannya dan tidak  berkoordinasi dengan kami, maka kami akan menggugat saudara dan perusahaan yang saudara pimpin ke pengadilan dengan tuntutan materil sesuai kerugian rill usaha kami dan juga kerugian immateril yang diakibatkan dari kelalaian pihak saudara," sebut Syahril.

Syahril juga mengancam akan melaporkan unsur-unsur dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Tim P2TL dari perusahaan PLN ataupun perusahaan vendor ke Polda Aceh.

Komentar

Loading...