Unduh Aplikasi

KASUS PENYEBARAN VIDEO MA'RUF AMIN

Pledoi Ditolak, Jaksa Tetap dengan Tuntutan 10 Bulan Penjara

Pledoi Ditolak, Jaksa Tetap dengan Tuntutan 10 Bulan Penjara
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan keberatan terkait pledoi (pembelaan) yang disampaikan oleh Penasehat Hukum terdakwa Tgk Safwan Bin Muhammad Dahlan, dalam sidang perkara penyebar video Ma’ruf Amin menggunakan baju Santa Claus yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe.

“Terkait dengan pledoi yang disampaikan oleh penasehat hukum, kami dari JPU sangat keberatan dan kami menilai bahwa apa yang disampaikan oleh penasehat hukum terdakwa itu sangat keliru dan tidak benar,” kata JPU, Fakhrillah, Senin (13/5).

Sambungnya lagi, terkait isi pledoi itu yang menyampaikan kalau JPU yang tidak mengambil secara utuh tentang fakta yang disampaikan oleh saksi-saksi dan ahli, oleh karena itu pihaknya mengajukan keberatan terhadap pledoi yang disampaikan oleh kuasa hukum tersebut.

“Yang menjadi pertimbangan JPU terhadap alat bukti yang dihadirkan dipersidangan baik itu keterangan saksi dan saksi ahli yang dipertimbangkan adalah fakta-fakta yang mempunyai nilai pembuktian terhadap unsur pasal yang didakwakan terhadap terdakwa. Sehingga selebihnya kami tidak mempertimbangkan karena tidak mempunyai nilai pembuktian terhadap apa yang telah kami dakwakan,” ujarnya.

Baca: Sidang Kasus Penyebaran Video Ma’ruf Amin, Kuasa Hukum Terdakwa Sampaikan Pledoi

Sambungnya lagi, terkait pledoi yang menyebutkan dakwaan JPU alternative, pihaknya menyebutkan tidak seluruhnya harus dibuktikan, pihaknya hanya membuktikan dakwaan yang paling tepat dan benar sesuai dengan fakta yang mempunyai nilai pembuktian berdasarkan keterangan saksi ahli dan alat bukti lainnya.

“Dan yang dihadirkan dalam persidangan itulah yang menjadi pembuktian terhadap apa yang didakwakan kepada terdakwa. Sehingga dalam hal ini berdasarkan persidangan kami menilai dakwaan yang paling tepat dan benar untuk dibuktikan adalah dakwaan kedua, yang telah terbukti berdasarkan alat bukti sebagaimana diatur dalam 184 kuhap,” jelasnya.

Oleh karena itu, sambungnya, hanya dakwaan yang paling tepat dan benar yang dibuktikan, sehingga dakwaan lain tidak perlu dibuktikan lagi. Apalagi pihaknya menilai, apa yang disampaikan penasehat hukum, sangat keliru yang menilai keterangan ahli yang berjudul “Ma’ruf Amin Telah Menjual Iman Demi Jabatan” judul itu terkait dengan keberatan Ma’ruf Amin.

“Terhadap penilaian itu yang menjadi pertimbangan adalah akibat judul yang diuplod dan telah diakui oleh terdakwa tentang Ma’ruf Amin, judul itu dapat menimbulkan rasa permusuhan secara individu terhadap Ma’ruf Amin. Sehingga apa yang kami nilai dari pledoi itu, kami tetap pada tuntutan yag telah kami sampaikan pada majelis hakim yakni 10 bulan penjara,” ungkapnya.

Untuk kedepan, dirinya berharap perkara ini harus menjadi suatu pelajaran bagi masyarakat bahwa tidak dan jangan sesekali kita gunakan sosial media yang dapat menimbulkan rasa kebencian terhadap seseorang maupun kelompok.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...