Unduh Aplikasi

Plaza Narkoba

Plaza Narkoba
Ilustrasi: png.id

SYAHDAN, pada suatu ketika, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh tertangkap di sebuah kamar tempat pemuda gampong berkantor. Politikus salah satu partai lokal itu kepergok menikmati sabu-sabu; narkotika yang kini semakin digandrungi oleh banyak kalangan itu.

Kemarin, empat oknum anggota Tentara Nasional Indonesia ditangkap sebuah hotel di Banda Aceh. Sama seperti si anggota dewan, mereka juga menikmati sabu-sabu. Kejadian terakhir ini tak lama berselang aparat di Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh menembak mati seorang bandar narkoba.

Mendeklarasikan perang terhadap narkoba memang sebuah keharusan. Karena itu, kita berharap seluruh aparat negara, baik sipil ataupun militer, politikus, birokrat, harus benar-benar bersih dari pengaruh zat adiktif itu.

Satu di antaranya adalah dengan menggelar tes urine secara acak dan berkala ke seluruh penyelenggara negara. Persis seperti tes antidoping yang dilaksanakan secara terus menerus kepada olahragawan di luar negeri.

Langkah ini diharapkan dapat melindungi negara dari aparat yang menggunakan atau bahkan menjadi bandar narkoba. Dengan demikian, tak ada kebijakan yang diambil dalam pengaruh narkoba atau untuk melindungi para bandar narkoba.

Setelah proses ini dijalankan, langkah selanjutnya adalah membersihkan lembaga pemasyarakatan. Bukan rahasia bila dari balik penjara, pengedar terus mengendalikan bisnis mereka.

Di Aceh, sabu-sabu tengah naik daun. Penjara-penjara di Aceh didominasi oleh narapidana kasus narkoba, baik sebagai pengguna, pengedar atau bandar. Semoga menempatkan mereka dalam satu tempat tidak menjadikan penjara sebagai plaza narkoba dengan memanfaatkan buruknya kinerja aparatur negara di lembaga pemasyarakatan.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...