Unduh Aplikasi

Pimpinan Elhanif Tour Dilaporkan ke Polda atas Kasus Penipuan dan Penggelapan Uang Jamaah

Pimpinan Elhanif Tour Dilaporkan ke Polda atas Kasus Penipuan dan Penggelapan Uang Jamaah
Pelapor melaporkan pimpinan Elhanif atas dugaan penipuan dan penggelapan uang jamaah haji dan umroh. Foto: Ist

BANDA ACEH - Pimpinan Elhanif Tour dan Travel, H Akmal Hanif dilaporkan ke pihak Kepolisian atas penipuan dan penggelapan uang nasabah calon jamaah haji dan umroh.

Aduan tersebut dilaporkan Faidah Rahmi (34) bersama kuasa hukumnya Muhammad Ari Syahputra ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh dengan nomor LP/241/IX/YAN.2.5/2020 SPKT tertanggal 5 September 2020.

Muhammad Ari Syahputra menyebutkan kliennya merupakan perwakilan Elhanif Tour dan Travel wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah sejak 2016 dan saat itu diberi tugas merekrut calon jamaah haji yang akan diberangkatkan melalui agen perjalanan tersebut.

"Klien saya di perintahkan untuk rekrutmen calon jamaah. Sejak 2016 hingga 2017 keberangkatan calon jamaah haji dan umroh lancar tanpa terkendala," kata Muhammad Ari, Senin (7/9).

Namun, kata Ari, pada 2018 hingga 2019 keberangkatan calon jamaah haji dan umroh terkendala. Para jamaah yang telah melunasi pembayaran tidak diberangkatkan oleh pihak Elhanif Tour.

"Ada sekitar 45 orang jamaah yang telah melunasi pembayaran tidak diberangkatkan oleh perusahaan Elhanif Tour. Padahal uang jamaah telah di setor klien kami ke pihak perusahaan tersebut," sebutnya.

Karena calon jamaah juga tidak diberangkatkan, kata Muhammad Ari, klienya menanyakan persoalan tersebut. Dan, pihak perusahaan menyatakan tidak sanggup untuk memberangkatkan calon jamaah karena keterbatasan biaya.

"Saat itu datang manager keuangan ke perwakilan Elhanif di Aceh Tengah dan Bener Meriah menyatakan tidak sanggup lagi memberangkatkan calon jamaah dan meminta bersabar. Pihak Elhanif juga berjanji akan mengembalikan uang para calon jamaah," ujar Ari.

Mendengar keterangan manager keuangan Elhanif tersebut yang dihadiri 25 calon jamaah, kata Ari, mereka keberatan dan meminta agar diberangkatkan ke tanah suci.

"Dari hasil pertemuan itu, pihak Elhanif tour sepakat calon jamaah akan diberangkatkan melalui travel lain dan berjanji akan mengembalikan seluruh biaya yang dikeluarkan oleh pihak lain yakni pihak perwakilan Elhanif Aceh Tengah dan Bener Meriah," jelasnya.

Karena adanya perjanjian dengan pihak Elhanif Tour and Travel, kata Ari, kliennya selaku perwakilan Elhanif Aceh Tengah dan Bener Meriah memberangkatkan 45 calon jamaah haji dan umroh ke tanah suci menggunakan uang pribadinya.

"Namun, uang yang telah dikeluarkan oleh klien saya sebesar Rp 860 juta untuk keberangkatan calon jamaah tidak dikembalikan oleh perusahaan Elhanif. Pelapor pernah melakukan konfirmasi soal pembayaran, tapi tidak direspon, nomor hp pihak Elhanif juga tidak aktif," ujarnya.

Merasa ditipu dan dirugikan, lanjut Ari, kliennya melaporkan ke pimpinan Elhanif ke Polda Aceh.

"Dicoba berkali-kali dihubungi nomornya tidak aktif dan akhirnya melaporkan pimpinan perusahaan Elhanif ke pihak kepolisian," ungkapnya.



Komentar

Loading...