Unduh Aplikasi

Pimpinan DPRK Aceh Barat Teken Petisi Tolak Omnibus Law, Massa Bubarkan Diri

Pimpinan DPRK Aceh Barat Teken Petisi Tolak Omnibus Law, Massa Bubarkan Diri
Kamaruddin memperlihatkan petisi yang sudah ia tanda tangani. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Seribuan mahasiswa dan pelajar yang berunjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat membubarkan diri.

Para mahasiswa tersebut membubarkan diri, setelah pimpinan DPRK Aceh Barat menandatangani petisi penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Law.

Selain itu, dua pelajar yang sempat diamankan polisi juga ikut dibebaskan.

Adapun petisi yang didatantangani oleh DPRK tersebut berbunyi menolak hadirnya Omnibus Law, selain itu juga menuntut DPR-RI untuk mencabut UU Omnibus Law.

Selama  UU Omnibuslaw belum dicabut maka maklumat bersama di depan gedung DPRK Aceh Barat belum dicabut.

Petisi tersebut ditandatangani oleh dua dari tiga pimpinan DPRK. Adapun dua pimpinan DPRK yang tandatangani petisi tersebut yakni ketua DPRK Aceh Barat, Samsi Barmi dari Partai Aceh serta wakil ketua dua DPRK, Kamaruddin dari partai Golkar, sedangkan wakil ketua satu DPRK Aceh Barat, Ramli SE, tidak terlihat di DPRK setempat saat unjuk rasa berlangsung.

Menurut keterangan dari ketua DPRK Samsi Barmi kepada mahasiswa Ramli tidak hadir lantaran masih berada di luar daerah.

Usai memandatangani UU Omnibus Law, kepada wartawan Samsi Barmi mengatakan, petisi yang telah ditandangani tersebut akan dikirim oleh DPRK setempat ke DPR-RI.

Hal itu, kata dia, dilakukan sebagai bentuk penolakan DPRK setempat terhadap UU Omnibus Law yang dinilai tidak berpihak kepada buruh atau pekerja.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...