Unduh Aplikasi

Pimpinan Dayah Se-Aceh Desak Plt Gubernur Segera Cairkan Dana Hibah PD

Pimpinan Dayah Se-Aceh Desak Plt Gubernur Segera Cairkan Dana Hibah PD
Sejumlah pimpinan dayah dan pengajian Se-Aceh melakukan pertemuan di Dayah Keumaral Al- Aziziyah, Desa Alue Drien Landing, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (9/7) sore. Foto: Ist

ACEH UTARA - Pimpinan dayah seluruh Aceh mendesak Plt Gubernur Nova Iriansyah untuk segera merealisasikan terkait pencairan dana hibah pendidikan dayah (PD) guna peningkatan kualitas pembangunan dan pendidikan agama badan dayah di Aceh. Hal tersebut diungkapkan pimpinan dayah pengajian Se-Aceh dalam pertemuan di Dayah Keumaral Al- Aziziyah, Desa Alue Drien Landing, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (9/7) sore.

Pada kesempatan itu, pimpinan dayah pengajian Se-Aceh meminta Pemerintahan Aceh serius dalam menanggapi serta menangani pendidikan agama khususnya badan dayah yang ada di Aceh.

Pada pertemuan perwakilan 36 ulama dan pimpinan dayah Se-Aceh yang dipimpin Tgk Zulfhadli (Waled Landing) itu juga mengharapkan Pemerintah Aceh dan juga DPR Aceh agar dana hibah untuk kepentingan program demi kesinambungan dayah di Aceh sepatutnya segera direalisasikan.

Tgk Zulfhadli menyebutkan dalam hasil pertemuan musyawarah ulama dan pimpinan dayah Se-Aceh meminta Pemerintah Aceh serius dalam merealisasikan pencairan dana hibah demi keberlangsungan program pendidikan dayah di Aceh.

"Hari ini 36 perwakilan ulama dan pimpinan dayah Se-Aceh telah berkumpul guna membahas responsif Pemerintah Aceh terkait pencairan dana hibah pendidikan badan dayah," kata Waled Landing.

Baca: Kadis Dayah Aceh Bantah Pembayaran Gaji Guru Dayah Ditunda

Maka oleh sebab itu, ulama dan pimpinan dayah di Aceh mengharapkan Pemerintah Aceh dapat memberi kejelasan terkait kendala dalam regulasi hingga tertundanya pencarian dana hibah untuk pendidikan dayah di Aceh.

"Terkesan tidak dipedulikan, harusnya dana tersebut menjadi prioritas Pemerintah Aceh dalam membangun fasilitas dayah guna mendidik generasi islami di negeri bersyariah ini," cetus Tgk Zulfhadli.

Dalam kesempatan itu, ulama dan pimpinan dayah mengatakan apabila permintaan itu tak dipenuhi, pihaknya akan memboyong 50 ribu santri seluruh Aceh untuk bersilaturahmi dengan Plt Gubernur Nova Iriansyah di Banda Aceh.

"Jangan sempat gara-gara permasalahan ini terjadi gejolak konflik antara masyarakat maupun santri hingga hilangnya kepercayaan terhadap Pemerintah Aceh. Semoga ini bisa direspon dan ada solusi secepatnya dari Plt Gubernur Aceh," harap ulama dan pimpinan dayah Se-Aceh.

Waled menambahkan, pasantren dan pendidikan dayah sudah sejak zaman terdahulu sudah ada di Aceh. Namun seolah-olah hari ini pendidikan dayah seakan seperti di anak tirikan. Dalam pertemuan musyarah ulama dan pimpinan dayah Se-Aceh turut dihadiri Wakil Ketua I DPRK Aceh Utara, Zubir HT, beranggotakan Mawardi, Tgk Adek dan Ismed Nur. 

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...