Unduh Aplikasi

Pilkada 2017 Berhadapan dengan Politik Uang dan Netralitas Birokrasi

Pilkada 2017 Berhadapan dengan Politik Uang dan Netralitas Birokrasi
Ilustrasi: ICW

LHOKSEUMAWE - Pemilihan Kepala Daerah 2017 diharapkan menjadi proses peralihan kekuasaan yang damai, sesuai prinsip hukum dan konstitusi. Karena itu, Pilkada 2017 harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti regulasi yang jelas dan tegas, peserta pemilu yang kompeten.

“Yang tak kalah penting adalah pemilih yang cerdas, birokrasi netral, dan penyelenggara berintegritas, " kata Ketua Panwaslih Lhokseumawe, Muhammad AH, Ahad (27/11).

Namun saat ini, penyelenggaraan pilkada damai dan adil menghadapi sejumlah permasalahan. Beberapa di antaranya adalah politik uang, netralitas birokrasi (ASN), oleh penyelenggara pemilu, persoalan DPT, dan sengketa pemilu.

Karena itu, dia mengajak seluruh elemen untuk mengawal pelaksanaan Pilkada Lhokseumawe 2017 agar tetap adil dan bebas dari kecurangan. Dengan demikian, kota ini dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas, yang mampu membawa Lhokseumawe menjadi daerah lebih baik.

Saat ini, kata AH, jumlah pemilih sementara di Lhokseumawe mencapai 126.558 jiwa. Jumlah pemilih terbesar berada di Kecamatan Banda Sakti berjumlah 56.581 jiwa, disusul Kecamatan Muara Dua berjumlah 31.344 jiwa, Kecamatan Muara Satu berjumlah 22.818 jiwa, dan Kecamatan Blang Mangat 15.815 jiwa.

Komentar

Loading...