Unduh Aplikasi

Piknik di Lokasi Galian C

Piknik di Lokasi Galian C
Ilustrasi: betanews

SEMANGAT Bupati Aceh Jaya Irfan TB untuk menertibkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) mineral non logam dan batuan alias galian C hendaknya tidak hangat-hangat tahi ayam. Kemarin, bersama pejabat daerah kabupaten itu, Irfan menindaklanjuti aduan masyarakat terkait akfivitas galian yang diduga tidak memiliki izin. Dia mendatangi langsung lokasi tersebut. 

Yang paling penting, jajarannya juga harus memastikan bahwa tidak ada pelanggaran regulasi tentang aturan C di lokasi itu. Hal ini penting untuk memastikan unsur pelanggaran yang dilakukan pemegang izin di lokasi yang katanya akan digunakan untuk lokasi wisata itu. 

Galian C memang tidak sementereng tambang emas atau batu bara. Tapi daya rusaknya tak kalah hebat dari dua aktivitas pertambangan itu. Dalam banyak kasus, galian C meninggalkan kerusakan karena perubahan lingkungan yang drastis.

Aktivitas galian C di alur sungai, misalnya, menjadi penyebab kerusakan Krueng Peusangan. Lahan pertanian, yang sangat bergantung dari aliran air sungai ini, sering kebanjiran atau malah kering karena pasokan air yang terganggu. Di sini, praktik pencarian pasir itu dilakukan dengan menggunakan alat berat dan berbagai jenis pompa penyedot pasir.

Sedikitnya terdapat 30-an usaha penambangan galian C di sepanjang bantaran Krueng Peusangan. Banyak pula yang dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan keselamatan infrastruktur yang ada, seperti jembatan atau tebing sungai. Praktik ini juga merusak kualitas air sebagai suplai air bersih yang digunakan masyarakat umum. Air menjadi keruh dan merusak populasi ikan.

Di Aceh sedikitnya terdapat 450 izin galian C tersebar di seluruh daerah. Seperti gunung es, jumlah yang tidak mengantongi izin diperkirakan lebih banyak lagi. Karena itu, perlu ketegasan Pemerintah Aceh, pemerintah daerah dan kepolisian untuk memastikan tidak ada aktivitas galian C di Aceh yang lebih banyak mendatangkan kerugian ketimbang keuntungan.

Pemerintah tak tidak cukup hanya beranjangsana ke lokasi galian C. Berfoto dan mengeluarkan pernyataan kepada publik lalu balik kanan tanpa penyelesaian masalah. Kalau hanya mengecam, apa bedanya dengan masyarakat kecil yang sering kali tak berdaya saat berhadapan dengan para pemilik lokasi galian. Terutama galian C ilegal.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...