Unduh Aplikasi

PGN Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

PGN Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
Foto: Ist

Oleh : Salamuddin Daeng

Perusahaan Gas Negara (PGN) mengumumkan kerugian hingga Rp3,8 triliun tahun 2020. Penurunan penjualan, penurunan aset dan sengeketa pajak menjadi biang kerok kerugian. 

Menteri ESDM yang menetapkan harga gas seolah lepas tangan. Demikian juga menteri BUMN tidak ada suara soal kerugian BUMN gas terbesar di tanah air ini. 

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Anak perusahaan, Saka Energi perusahaan hulu PGN gulung tikar akibat banyak masalah di sektor ini dan di PGN.

Baru baru ini, Moody's Investors Service telah mengkonfirmasi peringkat  perusahaan dan peringkat senior tanpa jaminan dari Saka Energi Indonesia (PT) di B2. 

Outlook peringkat telah diubah menjadi negatif dari peringkat yang sedang ditinjau. Tindakan pemeringkatan hari ini menyimpulkan peninjauan untuk penurunan peringkat, yang dimulai pada 7 Januari 2021.

Konfirmasi peringkat B2 Saka didasarkan pada penilaian risiko yang akan terjadi terhadap likuiditas Saka sebagian telah dikurangi dengan rencana untuk mengajukan peninjauan kembali atas sengketa pajak sebesar $127,7 juta.

Dimana prospek negatif mencerminkan potensialnya, memburuknya likuiditas Saka selama enam hingga sembilan bulan ke depan jika hasil peninjauan yudisial atas sanksi pajak tidak mendukung perusahaan atau jika Saka gagal mendapatkan perpanjangan dari pinjaman pemegang saham senilai $361 juta yang jatuh tempo pada Januari 2022.

Baik PGN maupun Saka energy tak memiliki kesempatan pulih.  Buruknya  regulasi dan tata kelola akan menjadi nasib perusahaan untuk terus terpuruk dalam badai resesi di tanah air.

Penulis adalah Peneliti pada Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI)

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...