Unduh Aplikasi

Petugas Temukan Cairan Merah dan Bubuk pada Lokasi Gajah Mati di Aceh Timur

Petugas Temukan Cairan Merah dan Bubuk pada Lokasi Gajah Mati di Aceh Timur
Foto: Ist

ACEH TIMUR – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menemukan cairan merah dan bubuk yang terbungkus di areal penemuan gajah mati di kawasan Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu.

Baca: Seekor Gajah Sumatera Jantan Ditemukan Mati di Aceh Timur

Tim BKSDA meninjau langsung ke lokasi, bersama petugas Resort Langsa, CRU Serbajadi, TNI-Polri, KPH 3, FKL, dan sejumlah pihak terkait lainnya, Jumat (17/4).

Kepala Konservasi Wilayah I Lhokseumawe, Kamarudzaman mengatakan, nekropsit terhadap bangkai gajah tersebut guna mengetahui penyebab kematiannya.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan cairan merah dan bubuk yang terbungkus plastik yang tergantung pada pohon. Serta di bawah gantungan itu ditemukan plastik berisikan bubuk hitam salah satu jenis sektisida yang umum digunakan pada pertanian,” ujarnya.

Sambungnya, benda tersebut ditemukan berjarak 100 meter dari lokasi matinya gajah Sumatera tersebut. Sedagngkan hasil nekropsi yang dilakukan oleh tim dokter hewan BKSDA Aceh memperoleh hasil, bahwa tidak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh gajah itu.

“Kondisi bangkai sudah mengalami pembusukan, kematian gajah diperkirakan sudah lebih dari satu pekan. Gajah tersebut bukan jenis kelamin jantan akan tetapi betina, dengan umur sekitar 8 hingga 10 tahu dan berat badan 1 ton,” ujarnya.

Dikatakan Kamarudzaman, terdapat perubahan warna pada isi lambung dalam saluran pencernaan, umum ditemukan dalam kasus keracunan. Selain itu juga terdapat benda asing berupa serbuk hitam yang terbungkus dalam plastic bening, serta kemasan deterjen yang dibalut di dalam sebuah peci kupluk.

“Dari hasil nekropsi yang dilakukan secara makroskopis, bahwa kematian satwa diduga karena toxicosis/keracunan. Guna mengetahui kepastian penyebab kematian gajah, sampel bagian organ dalam gajah dan barang temuan yang ada disekitar lokasi akan dikirim ke pusat laboratorium,” imbuhnya.

Sebelumnya, bangkai gajah itu ditemukan oleh Hasbi (40) seorang petani asal Dusun Blang Gadengz, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan, Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur sekira pukul 14.00 WIB saat saksi hendak mencari rumput untuk pakan binatang ternaknya.

“Kemudian saksi menginformasikan kepada Bhabinkamtibmas. Memperoleh informasi tersebut, tim kami dibantu anggota Koramil Ranto Peureulak, serta  Tim CRU Aceh Timur dan saksi segera mendatangi lokasi dimaksud,” kata Kapolsek Ranto Peureulak Ipda Wisnu Bramantyo.

Komentar

Loading...