Unduh Aplikasi

Petugas Pengawas Pemilu di Aceh Malah Dicemooh Ketika Laporkan Politik Uang

Petugas Pengawas Pemilu di Aceh Malah Dicemooh Ketika Laporkan Politik Uang
Kegiatan seminar penegakan hukum pemilu dan pemilihan dengan tema penguatan kelembagaan pengawa pemilu-pemilihan dalam penegakan hukum di Aceh, Senin (28/9) di Hermes Hotel. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Komisioner Panwasli Aceh, Fahrul Rizha Yusuf mengungkapkan cukup banyak tantangan yang dihadapi para pengawas pemilu di Aceh.  Salah satu yang paling menonjol adalah politik uang. Bahkan, sepertinya politik uang atau money politik sudah menjadi budaya di Indonesia. 

"Seperti KIP, masalahnya pasti DPT (Daftar Pemilih Tetap), itu- itus saja, sama seperti kami, pasti politik uang," kata Fahrul Rizha Yusuf, ketika menjadi pemateri dalam seminar penegakan hukum pemilu dan pemilihan dengan tema penguatan kelembagaan pengawa pemilu-pemilihan dalam penegakan hukum di Aceh, Senin (28/9) di Hermes Hotel. 

Ia juga mengungkapkan salah satu contohnya terjadi di Aceh Besar. Dimana salah seorang pengawas pemilu melaporkan adanya politik uang. Bahkan, sosok pengawas perempuan itu berani mencari alat bukti. 

"Malah dia (pengawas) ini di cemooh di kampungnya, karena melaporkan politik uang itu, masyarakat malah berani bilang gara-gara dia kita tidak dapat uang, rejeki tahunan," kata Fahrul Rizha Yusuf mengulangi kata-kata pengawas itu. 

Sementara itu, Ketua Panwaslih Aceh, Faizah mengungkapkan ada 388 kasus yang ditangani selama pemilu 2019, mulai dari kasus dugaan administrasi, pidana, etik, dan pelanggaran undang-undang, misalnya ASN. 

"Kami sendiri mendapatkan beberapa kendala dalam menyelesaikan konflik pemilu. Dan itu menjadi tugas kami selaku pengawas pemilu," ungkapnya. 

Ia mengaku selama ini tidak hanya fokus dalam menyelesaikan pelanggaran pemilu, namun juga mengajak serta mensosialisasi kesadaran masyarakat, seperti mengedepankan pencegahan serta pengawasan.

"Kalau ada pelanggaran tetap ditindaklanjuti, tujuan agar pemilih dan peserta dapat merasakan penegakan pemilu," ujarnya.

Selaian itu, ia mengungkapkan dalam pemilu 2019, pihaknya telah melakukan tugas selaku pengawasan dengan baik. Bahkan kerja-kerja selama pemilu juga sudah dilaporkan ke publik melalui buku.

"Kami sudah melaporkan ke publik bagaiamna pelaksaana tugas dan kewajiba kami. Kami menuliskan dalam buku yang isinya hasil pengawasan kami. Dan seluruh panwaslih kab/kota juga sudah melakukan hal itu (keluarkan buku)," ungkapnya.

Komentar

Loading...