Unduh Aplikasi

Petugas Gabungan Geledah Sel Rutan Takengon

Petugas Gabungan Geledah Sel Rutan Takengon
Petugas saat mengumpulkan para narapidana di halaman tengah Rutan Takengon, selama pengeledahan berlangsung. Foto: AJNN/Razikin Akbar.

ACEH TENGAH - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Takengon bersama pihak Polres Aceh Tengah, Senin (15/3/2021) malam melakukan Razia dan menggeledah barak hunian (sel) di Rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Takengon,

Kepala Rutan Kelas II B, Husni mengatakan kegiatan razia ini bertujuan untuk mencegah terjadinya peredaran Narkoba di dalam Rutan Takengon.

"Selain itu untuk meminimalisir gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) dari benda-benda yang masuk kedalam rutan ini," ujar Husni.

Baca: Seorang Napi Kasus Narkoba Berhasil Kabur dari Rutan Takengon

Dalam upaya penggeledahan/razia yang dilakukan, menurut Husni, tidak ditemukan adanya narkoba di dalam kamar para narapidana.

"Alhamdulillah dari hasil penggeledahan, kita bersyukur tidak ditemukan adanya narkoba, semoga Rutan Takengon ini bisa terus bebas dari narkoba," ungkap Husni.

Saat ditanyai apakah penggeledahan ini bagian runut dari kejadian akibat adanya Napi yang kabur baru-baru ini dari Rutan Takengon, Husni menjawab bahwa penggeledahan ini bukan semata-mata karena kejadian tersebut, namun kegiatan ini adalah rutinitas yang harus dilakukan demi menghindari maraknya peredaran narkoba didalam Rutan.

Walaupun tidak ditemukan Narkoba, tapi dalam penggeledahan yang dilakukan petugas Rutan kali ini, petugas berhasil mengamankan berbagai benda dari dalam kamar tahanan.

Adapun benda-benda yang ditemukan berupa handphone, pisau silet, pisau cukur, wayer, kabel, sabuk pinggang, gunting, sendok, gelas dan berbagai benda lainnya. Husni mengatakan bahwa benda-benda yang telah disita tersebut nantinya akan dimusnahkan demi meminimalisir gangguan keamanan.

"Benda-benda ini akan kita sita kemudian untuk dimusnahkan. Sebab benda-benda ini akan menjadi masalah nantinya jika disalah gunakan oleh napi," ujar Husni.

Terkait masih adanya alat komunikasi hingga saat ini bisa terus lolos sampai kepada tangan para Napi. Menurut Husni hal itu merupakan konsekuensi ketika bekerja dengan manusia, tidak menutup kemungkinan itu merupakan ulah pekerjaan oknum tertentu.

"Kita akan terus mengevaluasi mengapa handphone masih bisa tetap masuk hingga saat ini. Intinya kita bekerja dengan manusia, tidak menutup kemungkinan ada oknum tertentu yang memasukan benda seperti handphone tersebut kedalam Rutan," ungkap Husni.

Saat ini menurut Husni, jumlah Napi yang ada di dalam Rutan berjumlah 344 orang dengan sel tahanan seluruhnya berjumlah 18 ruangan.

Komentar

Loading...