Unduh Aplikasi

Petani Pidie Jaya Mulai Garap Sawah

Petani Pidie Jaya Mulai Garap Sawah
Proses pembajakan sawah menjelang musim tanam serempak di Pidie Jaya. Foto: Muksalmina

PIDIE JAYA - Para petani di seluruh Kabupaten Pidie Jaya mengarap lahan secara serentak untuk tanam padi musim rendengan. Harusnya prosesi ini dimulai sejak sebulan lalu.

"Sebenarnya ini sudah terlambat. Sesuai hasil musyawarah, turun sawah harusnya bulan lalu," kata Rusdi, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Pidie Jaya, Kamis (3/11).

Dikatakan Rusdi tanam serentak musim rendengan sebenarnya dimulai awal Oktober. Namun, tahun ini, tak ada hujan. Kondisi ini menghambat petani menggarap sawah mereka karena tidak ada air.

"Sekarang hujan mulai turun. Para petani mulai turun sawah. Saya berharap awal 2017 semua sawah sudah siap tanam. Tanam serentak sangat bagus untuk mencegah hama, apalagi hama tikus yang menjadi momok besar bagi petani kita," ujar Rusdi.

Rusdi menambahkan, dari 8.000 hektare sawah yang di Pidie Jaya, 5.000 hektare di antaranya mendapat benih padi bersubsidi. Setiap satu hektare mendapat 25 kilogram benih bersubsidi.

"Benih padi yang bersubsidi pada musim rendengan ini hanya tersedia untuk 5.000 hektare. Petani harus menebus per kilogram sebesar Rp 2.500,” kata Rusdi.

Di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Meureudu, Ulim dan Trienggadeng, sejumlah traktor dan traktor tangan milik Dinas Pertanian Pidie Jaya dan milik perorangan mulai membajak sawah.

Bahkan di Kecamatan Bandar Baru, untuk mengejar waktu sesuai yang jadwal, para sopir traktor rela bekerja menggarap sawah hingga larut malam serta ada juga yang bekerja hingga menjelang subuh.

Komentar

Loading...