Unduh Aplikasi

Petani Pedalaman Aceh Utara Sukses Jadi Pengusaha Bebek

Petani Pedalaman Aceh Utara Sukses Jadi Pengusaha Bebek
Petani bebek di Gampong Ceumeucat, Kutamakmur, Aceh Utara. Foto: AJNN/Sarina. 

LHOKSEUMAWE – Muhadar (38) warga Gampong Ceumeucat, Kecamatan Kutamakmur, Kabupaten Aceh Utara, sukses jadi pengusaha bebek. Pekerjaan itu mulai dilakoni sejak dua tahun terakhir.

“Awalnya saya uji coba pelihara bebek untuk pedaging saja. Namun seiring berjalan waktu, saya lihat menghasilkan, jadi usaha ini diteruskan,” kata ayah dari satu orang anak itu kepada AJNN, Kamis (14/1).

Melihat penghasilan yang lumayan, Muhadar memutuskan memelihara bebek dengan membuat kandang dipertengahan sawah. Selain itu, jumlah bebek yang diperlihara juga ditambah menjadi ratusan ekor dari sebelumnya hanya puluhan ekor saja.

“Saya memutuskan membuat kandang di tengah sawah, karena biar jauh dari pemukiman warga, karena kandang bebek pasti mengeluarkan bau tidak sedap,” ujarnya.

Saat ini, kata Muhadar, dirinya tidak lagi menjual bebek untuk pedaging, namun Dia hanya memelihara bebek petelur saja. Dan telur-telur tersebut dijual sesuai dengan permintaan warga daerah setempat.

“Saya tidak jual keluar daerah, karena permintaan dari warung dan masyarakat desa sendiri stoknya tidak mencukupi,” ungkapnya.

Lanjut Muhadar, harga telur bebek kalau diambil dari petani sendiri Rp2000 per butir, namun harga jual dipasaran lain lagi, berbeda dengan telur asin yang harganya mencapai Rp4000 per butir.

“Dalam sebulan bisa memperoleh ratusan telur, karena bebek ini tidak saya berikan umpan telur, akan tetapi bertelur secara manual,” jelasnya.

Muhadar juga menyebutkan, manfaat memelihara bebek di tengah sawah, yaitu ketika memasuki musim tanam padi, jika bebek di lepaskan ke sawah, maka tanah akan dibajak dengan sendirinya.

“Selain itu, kotoran bebek juga menjadi pupuk, jika padi sudah ditanam,” ungkapnya.

Komentar

Loading...