Unduh Aplikasi

Peserta Kartu Prakerja Aceh Sudah 63 Ribu Lebih

Peserta Kartu Prakerja Aceh Sudah 63 Ribu Lebih
Potongan Surat Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh terkait Kartu Prakerja. Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Peserta Kartu Prakerja Aceh yang terdaftar sudah mencapai 63.147 orang dari total kuota untuk provinsi ujung barat Indonesia ini sebesar 72 ribu.

"Ini info dari Kabid PKPTK, data terakhir 63.147 (peserta Kartu Prakerja terdaftar) sampai Sabtu, 4 April 2020 pukul 00.00 WIB," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Iskandar Syukri kepada AJNN, Minggu (5/4).

Iskandar Syukri mengatakan, seluruh nama-nama peserta yang terdaftar itu sudah dikirimkan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI melalui pesan email.

Baca: Kuota Kartu Prakerja Aceh 72 Ribu, yang Baru Terdaftar 18 Ribu Orang

Iskandar menyampaikan, bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan tetapi belum mendaftar, maka diminta segera melakukan pendaftaran melalui website resmi program prakerja tersebut (www.prakerja.go.id) pada Selasa, 7 April 2020.

Waktu pendaftaran online itu sesuai dengan jadwal dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian RI.

"Silahkan mendaftar sepanjang belum terpenuhi kuota, akan kami upayakan update terus ke Kemenaker. Semoga masih bisa diterima," ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia membuat program Kartu Prakerja untuk 5,6 juta orang dalam rangka menghadapi dampak dari penyebaran virus corona (Covid-19).

Kartu Prakerja tersebut diberikan kepada para pencari kerja, buruh aktif, serta terkena putus hubungan kerja (PHK) yang membuat peningkatan kompetensi. Karena itu, masyarakat Aceh yang terkena PHK, di rumahkan, dan pelaku UMKM agar secepatnya mendaftarkan diri.

"Persyaratan penerima Kartu Prakerja adalah bagi setiap warga negera Indonesia (WNI) yang berumur minimal 18 tahun dan sedang tidak dalam mengikuti pendidikan formal," tutur Iskandar.

Dalam proses ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh hanya bisa membantu proses pendaftaran saja. Selanjutnya, data yang terkumpul dikirimkan ke Jakarta untuk kemudian diseleksi oleh Kementerian Perekonomian RI.

Komentar

Loading...