Unduh Aplikasi

Perwal Banda Aceh, Tak Pakai Masker Didenda Uang hingga Azan di Masjid

Perwal Banda Aceh, Tak Pakai Masker Didenda Uang hingga Azan di Masjid
Perwal Banda Aceh Nomor 45 Tahun 2020. Foto: Ist

BANDA ACEH - Setiap warga, pelaku usaha dan pengelola atau penyelenggara fasilitas umum di Kota Banda Aceh bakal dikenakan sanksi kerja sosial, administratif hingga adat. Sanksi itu dikenakan jika tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan (4M).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh Nomor 45 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Perwal yang diteken Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kamis, 27 Agustus 2020 itu mengatur tentang sanksi yang diberikan terhadap pihak-pihak yang melanggar protokol kesehatan sesuai peraturan tersebut.

Pada BAB V pasal 8 Perwal Kota Banda Aceh ini, Aminullah merincikan sanksi-sanksi yang bakal diberikan terhadap pelanggar peraturan tersebut.

Bagi perorangan, sanksinya berupa kerja sosial, denda administratif dan adat. Sedangkan untuk pelaku usaha, pengelolaan, penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum disanksi denda administratif, penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan izin usaha.

Pada Perwal Banda Aceh ini dijelaskan, sanksi sosial bagi perorangan yang dimaksud adalah membersihkan fasilitas umum dan tempat ibadah paling lama 2 jam.

Kemudian, denda administratif bagi perorangan sebanyak Rp 100 ribu, untuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum sebesar Rp 250 ribu. Sedangkan bagi pelaku usaha kecil, menengah dan besar Rp 500 ribu.

Semua uang denda administratif tersebut akan disetor sepenuhnya ke kas daerah. Selanjutnya sanksi adat, dilaksanakan oleh pemerintahan gampong jika ada yang melanggar protokol kesehatan di tempat ibadah dan fasilitas umum dibawah kewenangan gampong masing-masing.

Perwal Banda Aceh Nomor 45 Tahun 2020. Foto: Ist

Sanksi adat yang dimaksud yakni mengaji atau menghafal surat pendek, mengumandangkan azan di tempat ibadah selama satu minggu bagi pelanggar laki-laki. Terakhir harus mengikuti pengajian di gampong selama empat hari berturut-turut.

Pelaksanaan dan penerapan sanksi-sanksi tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berkoordinasi dengan Kejaksaan Negari, Pengadilan Negeri, Kodim 0101 BS serta Polresta Banda Aceh.

Sebelum peraturan ini dilaksanakan, Pemerintah Kota Banda Aceh terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi informasi dan edukasi cara pencegahan dan pengendalian Covid-19 kepada masyarakat.

Sosialisasi ini juga melibatkan forum komunikasi pimpinan daerah dan partisipasi serta peran masyarakat, pemuka agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur masyarakat lainnya. Namun, mengenai batas waktu sosialisasi hingga dimulainya pelaksanaan atau penerapan Perwal tersebut sejauh ini belum diketahui.

Kabag Humas Pemko Banda Aceh, Irwan mengatakan, pelaksanaan Perwal itu masih menunggu keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh. Sehingga jangkauan penerapan aturan tersebut bisa lebih luas.

"Iya kita masih menunggu Pergub Aceh dulu, sehingga skopnya nanti lebih besar," kata Irwan.

Karena itu, Irwan berharap peraturan yang lebih tinggi tersebut segera dapat dikeluarkan oleh Pemerintah Aceh.

HUT Pijay

Komentar

Loading...