Unduh Aplikasi

Perusahaan Tak Bayar Gaji Karyawan, Pemerintah Gampong Ancam Blokir Operasional

Perusahaan Tak Bayar Gaji Karyawan, Pemerintah Gampong Ancam Blokir Operasional

LANGSA - Pemerintah Gampong Damar Siput, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur mengancam akan memblokir kegiatan operasional PT. Damar Siput.

"Ancaman pemblokiran ini kami lakukan karena PT Damar Siput belum membayar gaji karyawan selama tiga bulan lebih," kata Keuchik Gampong Damar Siput, Zulfadli Senin (28/11) kepada AJNN.

Dikatakan Zulfadli, hal tersebut perlu dilakukan guna‎ menjaga ketertiban, kemaslahatan dan berjalannya roda ekonomi secara berkeadilan di wilayah hukum Gampong Damar Siput.

Zulfadli menegaskan, perusahaan harus menyelesaikan tunggakan gaji semua karyawan di lingkungan PT. Damar Siput, karena itu diatur sesuai perundang-udangan yang berlaku.

"Apabila sampai bulan November ini belum ada niat baik perusahaan untuk menyelesaikan tunggakan upah semua karyawan, maka kami selaku pemerintah gampong akan melakukan sikap tegas berupa pemblokiran kegiatan operasional kebun dan lain-lain," tegas Keuchik.

Keuchik meminta kepada pihak perusahaan supaya melakukan pembinaan kepada karyawan dengan baik, untuk memberikan dukungan supaya perusahaan PT. Damar Siput dapat menjalankan roda usahanya dengan baik.

"Bila pihak perusahaan tidak lagi mampu menjalankan usahanya dan tak mampu membayar upah dan hak-hak karyawan sesuai ketentuan yang berlaku, kami tegaskan kepada perusahaan agar segera membuat surat pernyataan dan laporan resmi kepada kami selaku Pemerintah Gampong Damar Siput untuk kami teruskan kepada pemerintahan lebih tinggi guna dilakukan sikap sesuai ketentuan berlaku," ungkap Keuchik.

‎Sementara itu, Jenderal Manajer PT Damar Siput, ‎Falmen Siregar yang dihubungi AJNN mengatakan, tidak ada hubungan pemerintah gampong memblokir operasional perusahaan. Apabila itu dilakukan, maka pihaknya memproses sesuai hukum, karena yang berhubungan dengan perusahaan bukan aparat Gampong, tapi karyawan.

"Saat ini kami dari pihak perusahaan sedang membenah perusahaan, baik dari karyawan maupun lain-lainnya. Karena selama ini banyak karyawan yang tidak jelas statusnya," ujar Falmen.

"Banyak orang yang mengaku karyawan, padahal kami tidak tahu dengan yang mengaku karyawan itu."

Komentar

Loading...