PROYEK PEMBANGUNAN ONCOLOGY CENTER RSUDZA BANDA ACEH

Perusahaan Pemenang Proyek RSUDZA Masuk Daftar Hitam, Ini Kata LPJK Aceh

Perusahaan Pemenang Proyek RSUDZA Masuk Daftar Hitam, Ini Kata LPJK Aceh
Pengumuman pemenang proyek di laman LPSE Aceh. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Aceh mengatakan setiap perusahaan yang sudah masuk daftar hitam tidak boleh mengikuti tender selama dua tahun.

Pengurus LPJK Aceh Abdul Haris mengatakan dalam Perka LKPP Nomor 18 Tahun 2014 tentang daftar hitam dalam pengadaan barang/jasa, yang memberikan sanksi daftar hitam terhadap perusahaan adalah Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

"Kalau kami tidak mempunyai kewenangan terhadap perusahaan-perusahaan yang telah ditetapkan daftar hitam. Karena itu tidak masuk dalam tugas dan fungsi kami," kata Abdul Haris kepada AJNN, Rabu (26/9) di Kantor LPJK Aceh.

Baca: Perusahaan Pemenang Proyek Rp 39,8 Miliar di RSUDZA Masuk Daftar Hitam

Dalam keterangannya kepada AJNN, Abdul Haris didampingi beberapa pengurus LPJK lainnya seperti Yan Irawansyah, Suwarli dan Effendi Nurzal mengaku yang berhak mempublikasi daftar hitam perusahaan adalah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta.

"LKPP mempublikasi daftar hitam perusahaan sesuai dengan surat keputusan PA/KPA. Tugas LKPP hanya mempublikasi di website untuk diketahui publik bahwa perusahaan tersebut sudah masuk daftar hitam," ujarnya.

Kemudian, kata Haris, dalam Perka LKPP Nomor 18 Tahun 2014 dijelaskan bahwa pengumuman daftar hitam dipublikasi setelah lima hari keluarnya keputusan dari PA/KPA.

"Kalau memang perusahaan yang menang masuk daftar hitam, PA/KPA wajib memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan itu," ungkapnya.

Terakhir, Abdul Haris mengaku pihaknya tidak menerima tebusan keputusan daftar hitam terhadap PT. Araz Mulia Mandiri.

"Memang di website LPJK perusahaan itu (PT. Araz Mulia Mandiri) tidak ada lagi, karena diminta untuk dihapus oleh asosiasi yang membawahi perusahaan itu, asosiasi meminta dihapus atas permintaan perusahaan tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menemukan dugaan permainan pada tender proyek pembangunan oncology center di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dengan total anggaran Rp 39,8 miliar. Pasalnya perusahaan pemenang tender yakni PT. Araz Mulia Mandiri dinyatakan masuk dalam perusahaan daftar hitam Indonesia.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini

Umum
USK Jalin Kerja Sama dengan KPK

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala menjalin kesepakatan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya...