Unduh Aplikasi

Perusahaan Blacklist Menang Tender Proyek Rp 14,7 Miliar di Dinas PUPR Aceh

Perusahaan Blacklist Menang Tender Proyek Rp 14,7 Miliar di Dinas PUPR Aceh
Pengumuman pemenang tender paket Pembangunan Jembatan Krueng Lhok Tunggok Ruas jalan SP Turu Lutung - Geumpang. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - PT Sarjis Agung Indra Jaya ditetapkan sebagai pemenang tender paket Pembangunan Jembatan Krueng Lhok Tunggok Ruas jalan SP Turu Lutung - Geumpang nilai penawaran Rp 14.7 miliar, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh.

Pantauan AJNN di LPSE Aceh, kontrak pekerjaan tersebut diteken tanggal 13 Mei 2020. Kemudian menurut jadwal yang ditayangkan melalui Portal INAPROC LKPP, tanggal penanyangan blaklist perusahaan itu 8 Juni 2020, sementara sanksi sejak tanggal 22 Mei 2020 s/d 22 Mei 2021. Perusahaan itu beralamat di Jalan Prof A Majid Ibrahim I NO.10 Banda Aceh.

Koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh LPLA, Nasruddin Bahar, mengungkapkan diberikan sanksi blacklist atas usulan dari PA/KPA RSUD Drajat Prawira Negara Kabupaten Serang Provinsi Banten. Pasalnya perusahaan tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak pada RSUD tersebut.

Ia menjelaskan menurut pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata sebuah perjanjian atau kontrak dinyatakan sah apabila memenuhi 4 unsur dimana unsur ke 4 dijelaskan melalui pasal 1335 s/d 1337. Pasal 19 ayat 1 huruf o Perpres 54/2010 persyaratan penyedia tidak masuk daftar hitam.

"Kami mendesak Kuasa Pengguna Anggaran KPA paket Pembangunan Jembatan Krueng Lhok Tunggok Ruas jalan SP.Turu Lutung - Geumpang untuk memutuskan kontrak dengan PT Sarjis Agung Indra Jaya," kata Nasruddin Bahar, Rabu (12/8).

Pengumuman blacklist PT Sarjis Agung Indra Jaya. Foto: Ist

Menurutnya, negara tidak boleh berkontrak dengan perusaahan yang sudah masuk daftar hitam, kepada Aparat Pengawas Internal Pemerintah APIP untuk dapat menindak lanjuti kasus tersebut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami sudah menyurati Kepala Dinas PUPR Aceh meminta untuk membatalkan proyek itu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aceh, Fajri ketika dihubungi AJNN mengaku sedang rapat dan akan menjelaskan setelah rapat.

"Maaf pak masih rapat, nanti saya jelaskan, tks," kata Fajri singkat melalui pesan WhatshAp.

Komentar

Loading...